Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Berlaku Khusus Laga Perdana Arema FC di Blitar, Bukan Alasan Keamanan, Ini Tujuan Dibalik SE Pembelajaran Daring Siswa

Muhamad Ilham Baha’udin • Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:39 WIB
Santai: Siswa  SD di Kota Blitar pulang sekolah
Santai: Siswa SD di Kota Blitar pulang sekolah

BLITAR - Surat edaran (SE) pembelajaran dalam jaringan (daring) untuk siswa saat laga perdana Arema FC membuat geger.

Banyak kalangan menilai keluarnya surat imbauan itu karena pertandingan sepak bola. Seolah-olah mengorbankan pendidikan siswa.

Namun, hal itu langsung dibantah oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar yang menegaskan bahwa SE tersebut terkait dengan maksimalisasi pembelajaran daring sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pemberlakuan SE itu hanya untuk 12 Agustus ketika laga perdana Arema FC melawan Dewa United. Kendati begitu, beberapa sekolah tetap menerapkan pembelajaran tatap muka seperti biasa.

“SE itu terbatas untuk Senin (12/8) lalu saja. Di samping pembelajaran biasa, kami izinkan untuk pembelajaran daring,” jelas Kepala Dispendik Kota Blitar Dindin Alinurdin kepada Koran ini kemarin (14/8).

Menurut dia, pemberlakuan daring itu bukan semata-mata disebabkan alasan keamanan ataupun meragukan pihak keamanan dari penyelenggara liga. Namun, imbauan daring itu untuk menguji pendidikan berbasis teknologi informatika (TIK) yang tengah digencarkan pemerintah.

“Sebelumnya, kami sudah disentil pemerintah provinsi, karena Kota Blitar tingkat pembelajaran berbasis TIK masih sangat minim,” ungkapnya.

Dengan begitu, jelas dia, penerapan pembelajaran daring ini bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis TIK yang saat ini masih cukup rendah.

Selain itu, penerapan daring ini juga sebagai upaya dispendik ikut serta menyukseskan Liga 1 melalui mengurangi intensitas kepadatan lalu lintas.

“Bukan karena meragukan keamanan dari pihak penyelanggara, ya. Untuk laga selanjutnya, pada Sabtu (17/8) mendatang, itu juga bertepatan dengan peringatan dan upacara kemerdekaan sehingga tidak ada pembelajaran,” tegasnya.

Berdasarkan evaluasi, pembelajaran daring di beberapa sekolah telah berjalan sesuai dengan harapan. Tentu, ada beberapa sorotan terkait pembelajaran daring ini.

Baca Juga: Tim Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Kembangkan Film Dokumenter: Blitar Mempertahankan Kemerdekaan 1945-1950

Di antaranya, sarana prasarana di satuan pendidikan yang belum merata, perlu peningkatan kompetensi guru terkait penggunaan alat bantu agar semakin optimal, dan tidak semua wali murid memiliki ponsel lebih dari satu untuk menunjang pembelajaran daring.

“Pembelajaran daring bukan hal yang tidak biasa, melainkan metode pembelajaran yang bisa diterapkan di setiap satuan pendidikan. Meski begitu, tentu tatap muka lebih utama, sehingga kami kembangkan pendidikan daring dengan tetap menghadirkan siswa di sekolah,” bebernya.

Dia mengungkapkan, banyak hal positif yang bisa dipetik dari pembelajaran daring ini. Seiring berkembangnya zaman, tentu perkembangan TIK ini tidak bisa dihindari dan harus dihadapi sesuai kondisi di satuan pendidikan.

“Terpenting ke depan hak anak bisa dilaksanakan di setiap satuan pendidikan. Bisa berjalan lebih baik lagi dengan menjawab tantangan zaman,” pungkasnya. (ham/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#siswa #Surat Edaran (SE) #Dispendik #daring #Arema FC #Kota Blitar