Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Banyak Inovasi, Sekolah di Blitar Ini Jadikan Perpustakaan Lebih Menarik Dikunjungi, Berikan Beragam Fasilitas Menarik

Yanu Aribowo • Jumat, 16 Agustus 2024 | 20:00 WIB
DAYA TARIK: Peserta didik MTsN 2 Blitar sedang bermain puzzle di Perpustakaan At Tarkiz.
DAYA TARIK: Peserta didik MTsN 2 Blitar sedang bermain puzzle di Perpustakaan At Tarkiz.

BLITAR - Upaya menghidupkan sebuah perpustakaan membutuhkan berbagai inovasi, agar perpustakaan menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Misalnya, sebuah perpustakaan sekolah, harus banyak inovasi agar peserta didik rutin hadir dan membutuhkan keberadaan perpustakaan di tengah lingkungan tempat belajarnya selama ini.

Seperti Perpustakaan At Tarkiz yang dimiliki oleh keluarga besar MTsN 2 Blitar di Desa Jeblog, Kecamatan Talun.

Berbagai inovasi diluncurkan dan melibatkan peserta didik, agar rutin hadir hingga akhirnya membutuhkan hadirnya sebuah perpustakaan. Selain koleksi aneka buku, di perpustakaan ini juga terdapat fasilitas untuk memanjakan pengunjung.

“Kami hadirkan permainan puzzle, yang menjadi daya tarik anak-anak agar datang ke perpustakaan dan memanfaatkannya sebaik mungkin,” jelas Kepala Perpustakaan At Tarkiz, Enik Rusmiati.

Juga ada inovasi layanan peminjaman laptop untuk mengerjakan tugas, smart TV, hingga penyediaan jasa cetak dokumen untuk tugas sekolah.

Uang hasil layanan jasa cetak dokumen, secara swadaya bisa dimanfaatkan untuk menambah koleksi di perpustakaan, baik buku maupun fasilitas pendukung.

Selama ini, ada empat strategi yang dijalankan Enik Rusmiati, untuk menghidupkan perpustakaan dan menarik minat baca.

Yakni, menghadirkan perpustakaan sebagai tempat membaca yang nyaman, jangan pernah merasa bosan mengajak peserta didik untuk mencintai buku, melalui perpustakaan ada kegiatan untuk mengembangkan potensi peserta didik, dan terus berupaya menumbuhkan keterampilan menulis peserta didik untuk menghasilkan karya.

Selanjutnya, empat strategi tersebut dijalankan oleh perempuan 53 tahun ini. Salah satunya, dengan menggelar kelas menulis untuk peserta didik.

Setidaknya tahun ini, dari kelas menulis itu sudah lahir tujuh buku antologi cerpen karya solo peserta didik.

Untuk penyaluran kreativitas kelas menulis, momentum karya wisata juga dimanfaatkan untuk membuat karya jurnal harian, sehingga menjadi sebuah catatan perjalanan yang menarik. Dari hasil perjalanan karya wisata, tahun ini sudah menghasilkan 11 buku antologi.

“Total karya siswa sejak 2019, sudah ada 83 buku, baik karya solo maupun antologi,” jelasnya. (apr/ynu)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kecamatan Talun #perpustakaan #inovasi #sekolah