Oleh DWI MULYANTI, S.TP., M.Pd, guru KWU dan salah satu guru penggerak SMKN 1 Kademangan
Dalam era digital, minat baca siswa semakin tergerus oleh berbagai jenis media digital. Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu adanya inovasi dalam pembelajaran yang dapat menarik minat siswa.
Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, menarik, dan bermakna bagi siswa. Efektif dalam konteks media pembelajaran berarti media tersebut mampu mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Media yang efektif tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga membantu mereka memahami konsep dengan lebih baik, mengingat informasi lebih lama, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan.
Project Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Proyek adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang memusatkan siswa pada penyelidikan mendalam terhadap suatu pertanyaan, masalah, atau tantangan dunia nyata.
Dalam PBL, siswa secara aktif terlibat dalam proses belajar dengan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek mereka. Intinya, PBL adalah belajar sambil melakukan.
Siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga terlibat dalam proses penemuan dan pemecahan masalah yang autentik.
Salah satunya adalah dengan projek pembuatan pop up book dalam penguatan materi pembelajaran. Kemudian hasil dari pop up book dapat menjadi bahan presentasi dan di-share ke media sosial sehingga dapat membantu rekan lain dalam memahami materi.
Pop-up book adalah sebuah buku yang memiliki unsur tiga dimensi. Ketika halaman buku tersebut dibuka, bagian dalamnya dapat menghasilkan gerakan serta memberikan visualisasi yang lebih menarik.
Ciri khas dari pop-up book yaitu memiliki elemen tiga dimensi yang muncul ketika halaman dibuka, menggunakan teknik lipatan, gulungan, atau mekanisme lainnya untuk menciptakan efek pop-up. Pop up book Seringkali digunakan untuk menyampaikan cerita atau informasi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.
Perangkat lunak yang dapat digunakan yaitu desain 3D meliputi Blender, Tinkercad, SketchUp; Desain Grafis meliputi Adobe Illustrator, Adobe Photoshop; Publikasi Digital meliputi Adobe InDesign, Adobe Animate, HTML5.
Manfaat digitalisasi dalam pembuatan pop-up book yaitu efisiensi mengarah pada proses pembuatan menjadi lebih cepat dan mudah, kreativitas di mana membuka peluang untuk menciptakan desain yang lebih kompleks dan inovatif, serta interaktivitas yaitu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan aksesibilitas adalah memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel dan inklusif.
Literasi secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan menciptakan informasi dalam berbagai bentuk.
Literasi membaca, menulis, dan menyampaikan kembali adalah tiga keterampilan dasar yang saling terkait dan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Menguasai ketiga literasi ini memiliki banyak manfaat, antara lain pengembangan diri dalam membaca untuk memperluas wawasan, menulis meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan menyampaikan kembali membantu mengasah keterampilan komunikasi, kehidupan sosial yaitu memudahkan dalam berinteraksi dengan orang lain, berpartisipasi dalam diskusi, dan membangun relasi, pendidikan menjadi fondasi bagi keberhasilan dalam belajar di semua tingkat pendidikan, karier yaitu membuka peluang kerja yang lebih luas dan meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan, partisipasi dalam masyarakat yaitu memungkinkan individu untuk mengikuti perkembangan informasi, terlibat dalam pengambilan keputusan, dan menjadi warga negara yang aktif.
Dalam konteks pendidikan, pengembangan literasi menjadi sangat penting. Sekolah memiliki peran yang sangat besar dalam membekali siswa dengan keterampilan literasi yang kuat.
Melalui berbagai kegiatan pembelajaran, seperti membaca buku, menulis karangan, dan presentasi, siswa dapat mengembangkan kemampuan literasi mereka secara bertahap.
Intinya, literasi adalah kunci untuk membuka pintu menuju kesuksesan dan kehidupan yang lebih baik. Dengan menguasai keterampilan literasi, seseorang dapat menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan produktif.
Memanfaatkan digitalisasi, seperti pop-up book tidak hanya menjadi media pembelajaran yang menarik, tetapi juga menjadi alat yang powerfull untuk mengembangkan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
“Apapun metode dan media pembelajarannya mind conclusionnya adalah excellence service untuk anak didik kita”
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila