BLITAR - Siswa baru dari jenjang TK hingga SMP di Bumi Bung Karno harus bersabar untuk menggunakan seragam baru.
Pasalnya, kendati telah diberikan pada sekolah, tapi masih menunggu cairnya ongkos jahit sebelum didistribusikan kepada siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri mengungkapkan, sejumlah kain seragam telah didistribusikan pada sekolah-sekolah. Namun, perlu pencairan ongkos jahit sebelum dibagikan kepada para siswa.
“Seragam dari jenjang TK hingga SMP sudah diserahkan dari penyedia kepada dispendik dan langsung diteruskan pada sejumlah sekolah. Namun untuk dibagikan pada siswa perlu menunggu pencairan ongkos jahit,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Blitar, senin (26/8/2024).
Menurut dia, dalam proses pencairan ongkos jahit tersebut perlu beberapa verifikasi data. Di antaranya, identitas kependudukan mulai dari nama, alamat, dan lain sebagainya agar seragam yang diberikan tepat sasaran.
“Iya, data itu tentu ada pergeseran, karena perlu validasi dan koordinasi antara dispendik, BPKAD, dan bank penyalur,” terangnya.
Dia melanjutkan, besaran ongkos jahit berbeda-beda pada tiap jenjang. Dengan rincian, siswa TK menerima Rp 270 ribu, siswa SD menerima Rp 300 ribu, dan siswa SMP menerima Rp 330 ribu.
“Itu untuk tiga setel seragam, yakni seragam nasional, seragam pramuka, dan seragam khas daerah,” bebernya.
Dia menargetkan pendistribusian seragam itu bisa rampung pada awal bulan depan sehingga siswa bisa segera mengenakan seragam baru.
Jumlah siswa yang menerima seragam ini sebanyak 4.679 siswa yang tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar.
“Setelah valid akan diproses di BPKAD dan bank penyalur mentransfer pada rekening masing-masing. Untuk penjahit tidak ada arahan khusus ya, siswa dipersilakan menjahit di mana saja,” ungkapnya.
Baca Juga: Tangani Kekeringan di Kota Blitar, Puluhan Tandon Air Mulai Disiapkan, Begini Tindakan BPBD
Dia menambahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, siswa mendapatkan seragam dalam bentuk jadi.
Namun, tahun ini siswa mendapat kain beserta ongkos jahit. Hal itu guna meminimalisasi salah ukuran serta memberdayakan penjahit yang ada di Kota Blitar.
“Tentu harapan kami para penjahit juga mendapat rezeki dari adanya ini,” pungkasnya. (ham/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila