Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gelisah Belum Ikut Lomba Musik Tradisional, SMPN 1 Ponggok Rintis Ekskul Karawitan untuk Siswa

Yanu Aribowo • Minggu, 8 September 2024 | 17:03 WIB
MUSIK TRADISIONAL: Grup karawitan Setya Laras saat tampil dalam sebuah acara di lingkungan SMPN 1 Ponggok.
MUSIK TRADISIONAL: Grup karawitan Setya Laras saat tampil dalam sebuah acara di lingkungan SMPN 1 Ponggok.

BLITAR - Seni karawitan menjadi salah ekstrakurikuler (ekskul) yang diminati oleh anak-anak SMPN 1 Ponggok.

Ide memunculkan ekskul karawitan, berawal dari kegelisahan ketika sekolah yang berada di Desa/Kecamatan Ponggok, ini belum pernah mengirimkan perwakilan mengikuti lomba seni musik tradisional.

Hingga akhirnya rintisan ekskul karawitan diusulkan Ismunawain, pada 2020, pada masa kepala SMPN 1 Ponggok dijabat Cahyo Rohmadianto, dan mulai terealisasi pada awal 2021.

Selanjutnya, untuk penamaan grup karawitan Setya Laras, terjadi pada masa kepala sekolah, Djulik Prijono pada 2022.

Dari awalnya hanya delapan anak, saat ini sudah ada 12 anak putra-putri yang fokus di perangkat gamelan masing-masing. 

Mulai gong, kenong, bonang, siter, gambang, bonang penerus, slentem, saron, peking, kendang, dan dua anak sebagai wiraswara.

Sedangkan jadwal latihan dua grup karawitan dilaksanakan pada waktu berbeda, yakni setiap Senin untuk grup karawitan kelas IX, serta Kamis untuk grup karawitan kelas VII dan VIII, setelah selesai jam pelajaran.

Bagi Ismunawain, tantangan menjalankan ekskul karawitan di antaranya adalah mengenalkan tembang dan perangkat gamelan yang masih asing di mata anak-anak.

Seperti tembang yang dipelajari saat ini, mulai Srampat, Gubug Asmoro, Podang Kuning, Camping Gunung, dan lainnya.

“Kami harus mengenalkan alat-alatnya, dan yang lama adalah mencari tahu masing-masing anak memiliki potensi memainkan alat apa,” jelas pembina ekskul karawitan dan seni tari ini. 

Untuk agenda internal, Setya Laras biasanya tampil dalam momen purnawiyata, diesnatalis, tamu kedinasan, MGMP bahasa Jawa, PHBI, PHBN, pengukuhan OSIS, hingga pekan P5.

Untuk penampilan di luar sekolah, grup karawitan anak ini pernah tampil di sekolah dasar sekitar Ponggok. Saat ini, merupakan masa mematangkan mental dan kekompakan 

Setya Laras. Harapannya, anak asuh Ismunawain bersama Natri Krisnawan, bisa ikut bersaing dalam ajang FLS2N 2025.

“Kami baru merintis dua tahun terakhir, mulai dari membeli seperangkat gamelan hingga menggugah semangat anak-anak untuk melestarikan seni musik tradisional. 

Alhamdulillah saat ini sudah ada dua grup karawitan, dan anak-anak mulai eksis pada 2023 lalu,” jelas perempuan 50 tahun ini.

Kini, melihat eksistensi Setya Laras, bapak-ibu guru sekolah yang dipimpin Plt Gatot Sutrisno, SPd, MM, juga semakin tertarik mendampingi dalam pelestarian seni musik tradisional dengan merintis grup karawitan.

Harapannya, bisa bersama-sama berpartisipasi melestarikan kesenian karawitan di wilayah Kecamatan Ponggok dan sekitarnya. (apr/ynu)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#seni karawitan #ekstrakurikuler #musik tradisional #SMPN 1 Ponggok