BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Konsep "Joyful Learning" yang dikenalkan oleh Prof. Abdul Mu'ti dalam Kurikulum Deep Learning telah menarik perhatian banyak pihak.
Ketika mendengar kata "joyful," banyak yang mungkin mengira bahwa pembelajaran ini hanya sebatas bermain saja. Namun, arti dari "Joyful Learning" jauh lebih mendalam daripada sekadar bermain.
Joyful Learning bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh semangat.
Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh Prof. Abdul Mu'ti saat dia kuliah di Australia, di mana dia mempelajari berbagai pendekatan inovatif dalam pendidikan.
Menurut Mu'ti, Joyful Learning adalah tentang membuat proses belajar menjadi pengalaman yang dinikmati oleh siswa.
Dengan suasana yang menyenangkan, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk belajar dan lebih mudah memahami materi.
Namun, Joyful Learning bukan berarti siswa hanya bermain-main tanpa tujuan. Sebaliknya, pendekatan ini menggabungkan elemen bermain dengan pembelajaran bermakna.
Siswa diajak untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar melalui diskusi, eksperimen, dan eksplorasi yang menyenangkan.
Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar materi pelajaran, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Prof. Abdul Mu'ti juga menekankan bahwa Joyful Learning membantu mengurangi tekanan dan stres yang seringkali dialami oleh siswa.
Dalam lingkungan belajar yang menyenangkan, siswa dapat lebih fokus dan relaks, sehingga dapat menyerap informasi dengan lebih baik.
Pendekatan ini juga berusaha menciptakan rasa percaya diri dan kepuasan dalam belajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar secara keseluruhan. (*)
Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan Rajata pada Bhumandala Award 2024
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila