Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Deretan Kontroversi Nadiem Makarim Selama Menjabat Mendikbud, Diantaranya Penghapusan UN

Adiba Maimanah Z. • Rabu, 13 November 2024 | 03:00 WIB

 

Deretan kontroversi Nadiem Makarim selama menjabat Mendikbud
Deretan kontroversi Nadiem Makarim selama menjabat Mendikbud

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, telah menghadirkan berbagai inovasi dan perubahan dalam sistem pendidikan Indonesia.

Namun, langkah-langkah yang diambilnya tidak selalu diterima dengan baik oleh semua pihak.

Beberapa kebijakan yang diterapkannya menuai kontroversi dan kritik dari berbagai kalangan. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Penghapusan Ujian Nasional (UN)

Salah satu kebijakan kontroversial Nadiem adalah penghapusan Ujian Nasional (UN) dan menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN).

Kebijakan ini menuai pro dan kontra, dengan beberapa pihak mendukung karena dianggap lebih fokus pada penilaian kompetensi dasar, sementara yang lain mengkritik karena dianggap mengurangi standar evaluasi pendidikan.

  1. Program Merdeka Belajar

Nadiem memperkenalkan program Merdeka Belajar yang bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dan guru dalam mengelola pembelajaran.

Meskipun program ini mendapat apresiasi karena memberikan fleksibilitas, beberapa pihak mengkritik implementasinya yang dianggap kurang matang dan tidak merata.

  1. Sistem Zonasi Sekolah

Sistem zonasi yang diterapkan untuk pemerataan akses pendidikan juga menjadi sorotan.

Banyak orang tua dan siswa mengeluhkan sistem ini karena dianggap tidak adil dan tidak mempertimbangkan kualitas sekolah di setiap zona.

Kritik ini semakin menguat ketika beberapa siswa berprestasi tidak dapat masuk ke sekolah favorit karena aturan zonasi.

  1. Kebijakan Guru Honorer

Nadiem juga menghadapi kritik terkait kebijakan terhadap guru honorer. Meskipun ada janji untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, banyak yang merasa kebijakan tersebut belum terealisasi dengan baik.

Guru honorer masih menghadapi masalah gaji yang rendah dan ketidakpastian status pekerjaan.

  1. Penggunaan Teknologi dalam Pendidikan

Nadiem mendorong penggunaan teknologi dalam pendidikan melalui inisiatif seperti GovTech Edu dan platform Merdeka Mengajar.

Namun, implementasi teknologi ini menghadapi tantangan besar, terutama di daerah yang masih minim akses internet.

Hal ini menimbulkan kesenjangan digital yang semakin lebar antara sekolah di perkotaan dan pedesaan.

Kontroversi-kontroversi ini menunjukkan bahwa meskipun Nadiem Makarim membawa banyak perubahan dan inovasi dalam sistem pendidikan, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan dan kritik dari berbagai pihak. (*)

Baca Juga: Berikut Fenomena Sinkhole yang Pernah Menghebohkan Dunia, Kasus-Kasus Terbesar yang Pernah Terjadi

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#zonasi #nadiem makarim #merdeka belajar