BLITAR – Ekstrakurikuler (ekskul) pencak silat menjadi salah satu ekskul unggulan yang dimiliki oleh SDN Klampok, Kecamatan Sananwetan.
Tak hanya untuk mengukir prestasi, namun ekskul ini juga memiliki banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh anak didik.
Di antaranya adalah melatih disiplin, bertanggung jawab, serta sebagai bentuk tindakan nyata anti bullying di lingkungan sekolah.
Selama ini, latihan rutin digelar di lingkungan sekolah setiap Kamis, mulai pukul 13.00-14.00 WIB. Ada sebanyak 25-30 anak, mulai kelas I hingga kelas VI, yang rutin mengikuti latihan setiap pekannya.
Ekskul ini sudah dirintis sejak 2021 lalu, dan sudah menunjukkan berbagai prestasi beberapa tahun terakhir.
Meski begitu, ada tantangan dalam memperkenalkan seni pencak silat di kalangan anak-anak. Salah satu solusinya adalah dengan membuat penampilan untuk menarik perhatian anak-anak kelas I-III.
“Biasanya waktu diesnatalis atau purnawiyata. Selain menarik perhatian anak-anak, juga perlu memahamkan orang tua terkait potensi anak,” jelas Siti Fatimah, guru Pembina Pencak Silat SDN Klampok.
Sebab, keberhasilan dalam mengikuti ekskul, tidak hanya ketika mengikuti latihan di sekolah, namun butuh dukungan orang tua ketika di rumah.
Misalnya, ketika hendak mengikuti sebuah kejuaraan, ada masa karantina sekitar dua bulan menjelang pertandingan.
Sementara ini, jika ada masa karantina, biasanya dilakukan di rumah guru pembina, sehingga anak-anak bisa terus terpantau perkembangannya, mulai asupan makanan, menjaga kondisi, hingga berat badan.
Beberapa prestasi yang sudah diraih oleh anak didik SDN Klampok, antara lain, Zahra Aditya Rahma, yang pernah meraih Juara I Putri Kategori Tanding Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kota Blitar, yang berangkat menuju O2SN Jawa Timur 2023, serta Juara I Putri Kategori Tanding Kejurnas Brawijaya Open 2024.
Selain itu, ada Hafied Dzaki Al Fadilah, yang meraih Juara 1 Putra Kategori Seni Solo Kreatif O2SN Kota Blitar, yang berangkat menuju O2SN Jawa Timur 2024. (apr/ynu)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila