BLITAR – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar punya cara sendiri menjalankan usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat digital dalam kegiatan belajar di sekolah.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan dasar (Dikdas) Dispendik Kota Blitar Jaiz Alwi menegaskan, pihaknya segera menyiapkan alternatif lain yang tidak melibatkan ponsel untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah-sekolah.
Bahkan, beberapa sekolah di Kota Blitar sudah mendapatkan bantuan perangkat seperti laptop atau chromebook, walaupun pendistribusiannya masih belum merata.
“Memang tidak semua sekolah mendapat bantuan, tetapi ada bantuan yang diterima dalam bentuk laptop atau chromebook khusus untuk belajar. Jadi, meskipun tidak menggunakan ponsel, kita masih bisa mengenalkan digitalisasi kepada siswa dengan perangkat lain,” ujarnya, Selasa (21/1/2025).
Menurut dia, meskipun kebijakan ini diharapkan dapat diimplementasikan dengan lancar, ada beberapa tantangan yang mungkin muncul. Salah satunya adalah kebiasaan siswa membawa ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga, terutama saat menunggu jemputan setelah pulang sekolah.
Namun, dia optimistis masalah ini bisa diatasi dengan memberikan solusi praktis bagi para orang tua dan siswa.
“Kami rasa tidak ada penolakan yang besar terkait kebijakan ini. Tentu ada beberapa tantangan kecil, seperti siswa yang terbiasa membawa ponsel untuk berkomunikasi dengan orang tua. Tapi, hal itu bisa diselesaikan,” ujarnya.
Harapannya, dengan adanya bantuan perangkat seperti laptop dan PC di sekolah-sekolah, pembelajaran digital di Kota Blitar dapat semakin berkembang dan siswa dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Pembagian perangkat ini sudah dimulai, meskipun masih dalam proses untuk memastikan pemerataan di seluruh sekolah dasar di kota Blitar.
"Dengan bantuan perangkat digital yang diberikan pemerintah seperti laptop dan PC itu tadi, kami harap para siswa dapat belajar dengan lebih baik, dan pembelajaran digital bisa dimaksimalkan di setiap sekolah," ujarnya. (han/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah