Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

NU Kabupaten Blitar Sebar Ratusan Santri ke Sejumlah Wilayah selama Ramadan, Ini Alasannya

Agus Muhaimin • Jumat, 28 Februari 2025 | 23:00 WIB
MENGABDI: Ratusan santri dikumpulkan di Graha NU sebelum berangkat ke tempat tujuan dakwah.
MENGABDI: Ratusan santri dikumpulkan di Graha NU sebelum berangkat ke tempat tujuan dakwah.

 

BLITAR – Ratusan santri bakal blusukan berdakwah di setiap sudut Bumi Penataran selama Ramadan. PC NU Kabupaten Blitar mengeluarkan rekomendasi agar proses dakwah ini lancar dan diterima masyarakat.

Aktualisasi keilmuan ini menjadi salah satu prasyarat kelulusan santri menempuh pendidikan di pondok pesantren (ponpes). Bak gayung bersambut, PC NU Kabupaten Blitar juga memiliki kegiatan rutin sejenis selama Ramadan. Sehingga lembaga ini memfasilitasi, menjamin dan memastikan legalitas para santri tersebut.

Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH. Muqorrobin menyampaikan, para santri yang terlibat dalam program ini berasal dari berbagai ponpes. Seperti, Ponpes Lirboyo dan Ponpes Al-Falah, Kediri. Mayoritas dari mereka merupakan santri asal Blitar, namun ada pula yang berasal dari luar daerah.

"Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada para santri dalam berdakwah di tengah masyarakat. Itu juga sejalan dengan kurikulum pendidikan di pondok pesantren yang mewajibkan santri untuk mengaktualisasikan ilmu mereka di lingkungan masyarakat sebelum menyelesaikan pendidikannya," ujar KH. Muqorrobin, Jumat (28/2/2025).

PC NU Kabupaten Blitar memfasilitasi para santri agar dapat menjalankan dakwah dengan lancar. Salah satunya dengan mengeluarkan rekomendasi resmi dari PCNU bagi para santri yang bertugas di lapangan. Hal ini dinilai penting, sebab kadang muncul resistensi dari masyarakat saat ada aktivitas orang asing yang hendak berdakwah.

"Kami memastikan para santri mendapat dukungan penuh, baik dari ponpes asal mereka maupun dari PCNU Kabupaten Blitar. Rekomendasi ini bertujuan agar mereka diterima dengan baik oleh masyarakat dan bisa menjalankan tugas dakwahnya tanpa kendala," jelasnya.

Dia menekankan bahwa dalam menjalankan tugas, para santri diminta untuk selalu berpedoman kultur Nahdlatul Ulama yang dikenal santun, ramah, dan moderat. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan masyarakat lebih mudah menerima ajaran yang mereka sampaikan serta dapat mengamalkan ilmu yang diajarkan.

"Tunjukkan ciri khas dakwah Nahdlatul Ulama ramah lembut, kooperatif, adaptif, dan tawazun, dalam safari Ramadan ini” harapnya.

Secara teknis, para santri akan ditempatkan di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Blitar, terutama di daerah yang butuh penguatan nilai-nilai keislaman. Mereka akan mengisi berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, ceramah Tarawih, tadarus Alquran, hingga kajian Islam.

“Jadi bervariasi, menjadi iman salat, mendamping guru-guru TPQ, kultum hingga membuat kegiatan yang menjadi daya tarik momen Ramadan,” katanya.

 

Program ini bukan hanya menjadi ajang dakwah, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian santri kepada masyarakat. Dengan demikian, ilmu yang mereka peroleh di pesantren tidak hanya bersifat teori, tetapi juga bisa diaplikasikan langsung dalam kehidupan bermasyarakat. (hai/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#santri #NU Kabupaten Blitar #bulan suci #KH Muqorrobin #ramadan