BLITAR – Proses tender untuk pembangunan dua sekolah di Bumi Bung Karno harus mengalami penundaan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Padahal, proyek tersebut seharusnya sudah mulai dilelang bulan ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengungkapkan harus menunda sementara proses tender dua proyek pembangunan sekolah karena masih menunggu kepastian nilai efisiensi dari tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).
Dua proyek yang terdampak adalah pembangunan tahap ketiga SMPN 6 Blitar dan pembangunan gedung baru TK Kepanjenlor.
“Seharusnya proses tender bisa dimulai bulan ini, tetapi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, kami masih menunggu keputusan final dari TAPD. Kami berharap paling lambat pada bulan Maret mendatang proses tender sudah bisa berjalan,” ungkapnya, Senin (3/3/2025).
Dia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan tahap ketiga SMPN 6 Blitar mencapai Rp 2,5 miliar (M), sementara pembangunan gedung baru TK Kepanjenlor memerlukan dana sekitar Rp 1,5 M.
“Kami berharap efisiensi anggaran tidak terlalu besar sehingga pembangunan sekolah tetap bisa berjalan sesuai rencana. Fasilitas sekolah yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Blitar,” tambahnya.
Menurut dia, pembangunan SMPN 6 Blitar sudah memasuki tahap ketiga dan sangat diperlukan guna melengkapi sarana belajar bagi siswa. Pembangunan tahap ketiga SMPN 6 Blitar berfokus pada penambahan paving di area depan.
Sementara itu, pembangunan gedung baru TK Kepanjenlor bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan usia dini di wilayah tersebut.
Dia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan TAPD dan berharap ada kepastian dalam waktu dekat. “Kami akan mengupayakan agar proyek ini tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan kualitas pendidikan di Kota Blitar,” pungkasnya. (ham/c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah