BLITAR – Kasus bullying melibatkan siswa SMP terjadi di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar yang viral ini mendapatkan respons dari dinas pendidikan (dispendik) Kabupaten Blitar. Sebab, korban merupakan pelajar salah satu SMP di Kecamatan Srengat.
Kepala Dispendik Kabupaten Blitar Adi Andaka mengaku baru mengetahui terkait kasus bullying yang melibatkan siswi SMP. Dia langsung berkomunikasi dengan kepala sekolah di Kecamatan Srengat, untuk memastikan identitas korban.
Sedangkan korban bullying ini diketahui merupakan warga Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat.
“Kami masih melakukan asesmen, karena dari kabar yang beredar belum diketahui asal sekolah korban bullying. Nantinya, kami akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk terkait masalah ini,” ujar Adi, Selasa (11/3/2025).
Dia melanjutkan, hingga kini belum ada laporan dari pihak sekolah terkait kasus bullying tersebut. Hanya saja kabar yang beredar, asal sekolah dari korban berdekatan dengan rumahnya.
Maka dispendik akan mengidentifikasi remaja tersebut. Sebab, kini menjadi perhatian publik di sosial media.
Adi menyebut, sudah sering mengimbau dan sosialisasi terkait bullying di sekolah yang ditujukan kepada siswa dan walinya. Ada beberapa program yang ditujukan untuk meningkatkan dan memperbaiki karakter anak-anak.
Bahkan mereka juga mengundang beberapa narasumber dari aparat penegak hukum (APH) untuk memberikan bimbingan tambahan. (jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah