BLITAR – Kebijakan efisiensi anggaran di Kota Blitar tak sepenuhnya berdampak pada bidang pendidikan. Salah satunya untuk rehabilitasi bangunan sekolah atau lembaga pendidikan.
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar menegaskan bahwa tetap mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi. Tahun ini ada sedikitnya 20 bangunan sekolah yang akan diperbaiki, baik itu di tingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).
”Rehabilitasi ini kegiatan rutin untuk perbaikan bangunan sekolah ya. Kami prioritaskan yang benar-benar mendesak dan segera ditangani,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri, Rabu (23/4/2025).
Dispendik mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk proyek rehabilitasi bangunan sekolah. Anggaran itu termasuk proyek pembangunan tahap tiga SMPN 6 Blitar. ”Jadi tahun ini kami lanjutkan lagi untuk pembangunan SMPN 6 Blitar, karena ada beberapa sarana dan prasarana pendukung yang belum dikerjakan,” ungkapnya.
Adapun sarana yang belum terbangun meliputi pavingisasi, pembangunan selasar antargedung, hingga pagar berduri. Saat ini, proyek pembangunan tahap tiga masih masuk tahap lelang. Dispendik berharap segera ada pemenang lelang sehingga proyek bisa segera terlaksana.
Nah, rehabilitasi SD difokuskan pada bangunan yang sudah berusia lama. Sebab, bangunan tersebut perlu sentuhan-sentuhan perbaikan agar membuat nyaman siswa, guru, maupun wali murid. Tahun ini ada beberapa titik SD yang menjadi sasaran rehabilitasi.
Khusus untuk rehabilitas SMP ditangani langsung oleh pihak sekolah, kecuali SMPN 6 Blitar. Adapun objek rehabilitasi atau perbaikan di masing-masing sekolah tidak sama. Rata-rata adalah perbaikan atap boror, plafon rusak, hingga pengecetan.
Namun, ada juga penambahan fasilitas toilet. Itu dilakukan lantaran kebutuhan toilet di sekolah belum tercukupi. “Toiletnya masih ada yang kurang sehingga harus ditambah. Selain itu, ada penambahan gedung bertingkat di SDN Sukorejo 1 Kota Blitar,” jelasnya.
Pembangunan gedung lantai dua itu harus dilaksanakan karena kondisi lahan SDN Sukorejo 1 sangat terbatas. Apalagi, halaman sekolah juga tidak begitu luas. ”Makanya dibangun tingkat karena lahannya sudah tidak ada. Nanti dibongkar dulu sebelum direhab,” terangnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah