RADAR BLITAR - Computed Tomography (CT) atau CT Scan merupakan alat untuk mendeteksi atau mendiagnosa penyakit menggunakan sinar-X untuk menampilkan gambaran tubuh melalui layar komputer.
Alat ini bekerja seperti kamera canggih yang memotret bagian dalam tubuh dari berbagai sudut, lalu menggabungkan gambar-gambar tersebut menjadi tampilan dua dimensi atau tiga dimensi.
Prinsip utama CT Scan adalah mengirimkan sinar-x ke dalam tubuh, kemudian setiap bagian tubuh menyerap sinar-x dengan cara berbeda-beda tergantung jenis dan kepadatannya.
Perbedaan ini ditangkap alat pendeteksi, lalu komputer mengolah informasi tersebut untuk membuat gambar bagian dalam tubuh. CT Scan memberikan efek luar biasa dalam memeriksa dan menemukan penyakit dengan cepat dan tepat (Wahyuni, S.,& Amalia, L. 2022).
Mengenali Kanker Laring: Gejala dan Faktor Risiko
Kanker laring adalah jenis kanker langka yang terjadi pada kotak suara (laring) dan dapat menyebar ke jaringan sekitarnya jika tidak segera ditangani (Yusmawan, 2024).
Penyakit ini termasuk keganasan pada saluran aerodigestive dan merupakan kanker kedua tersering di area saluran napas atas (Biljannah et al., 2022).
Penyebab utamanya adalah kebiasaan merokok, dengan faktor risiko lain seperti konsumsi alkohol, infeksi HPV, refluks asam lambung, paparan zat kimia, serta pola makan rendah sayur dan buah.
Umumnya menyerang pria usia di atas 40 tahun, terutama yang bekerja di lingkungan berisiko. Gejala awal meliputi suara serak berkepanjangan, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan benjolan di leher.
Deteksi dini serta gaya hidup sehat sangat penting untuk pencegahan dan penanganan kanker ini secara efektif (Yusmawan, 2024).
Mengapa Deteksi Dini dengan CT Scan Sangat Penting?
CT-scan berperan penting dalam deteksi dini kanker laring, membantu dokter menemukan kelainan yang tidak terlihat dalam pemeriksaan fisik.
Tidak jarang, pasien dengan kanker laring awalnya dirujuk ke spesialis paru karena gejala yang mirip, padahal masalah utama ada pada laring.
Dengan diagnosis yang akurat, dokter dapat merancang tindakan medis seperti biopsi atau pembedahan, sehingga meningkatkan keberhasilan terapi.
Deteksi dini memungkinkan pengobatan lebih cepat, meningkatkan peluang kesembuhan dan kelangsungan hidup pasien.
Mengingat tingkat kelangsungan hidup lima tahun yang rendah jika tidak ditangani sejak awal, CT-scan menjadi langkah utama dalam strategi medis menghadapi kanker laring.
Bagaimana Proses Pemeriksaan CT Scan untuk Kanker Laring?
Sebelum pemeriksaan CT Scan dimulai, radiografer meminta pasien melepas benda logam yang ada di area leher dan kepala seperti kalung, anting, jepit rambut atau kacamata.
Selanjutnya, pasien berbaring di meja pemeriksaan yang bergerak masuk ke dalam mesin CT scan. Kepala diposisikan menggunakan penyangga khusus agar tidak bergerak selama pemeriksaan.
Yang paling penting adalah tidak bergerak sama sekali selama mesin CT scan berputar mengambil gambar. Radiografer berkomunikasi melalui alat di dalam mesin dan memberitahu kapan menahan nafas, biasanya 10-15 detik.
Baca Juga: Ganggu Pemandangan dan Membahayakan, Akar Pohon di Jalan. Ini Rusak Aspal hingga Trotoar
Pemeriksaan selesai dalam 15-20 menit. Setelah selesai, pasien bangun dan keluar dari ruang pemeriksaan.
Terakhir, pasien menunggu hasil yang disampaikan dokter untuk menentukan langkah pengobatan berikutnya (Rahmania, 2025)
Perbedaan Hasil CT Scan Normal dan yang Mengarah pada Kanker Laring
Pemeriksaan yang dilakukan dalam kasus adanya curiga kanker ganas laring adalah CT Scan dada menggunakan zat untuk memperjelas gambaran anatomi pada pasien.
zat tersebut dapat meningkatkan kecerahan pada bagian tertentu, sehingga dapat mendeteksi adanya perbedaan antar struktur anatomi tertentu (Dewi, R., et al., 2025).
Pada umumnya hasil pemeriksaan CT Scan dada dengan kontras tampak struktur laring dan sekitarnya.
Organ pada sekitar dada tampak normal dan simetris tanpa penyempitan jalan nafas (Gambar 1), sedangkan pada hasil pemeriksaan dengan curiga kanker laring ganas (Gambar 2) tampak adanya benjolan abnormal di kanan bawah laring.
Benjolan tersebut terlihat hingga menonjol ke saluran pernapasan. Setelah diberi kontras benjolan lebih jelas, selain itu juga terlihat adanya penyempitan jalan napas (Biljannah et al., 2022).
Kelebihan CT Scan Dibanding Modalitas Lainnya
CT Scan menjadi alat radiologi utama dalam menilai kondisi tumor jaringan laring karena memiliki waktu pemindaian cepat dan dapat menilai struktur laring secara akurat dengan sensitivitas 85-90% dalam mendeteksi tumor jaringan laring.
Kecepatan pengambilan gambar meminimalisir artefak atau gambar buram karena gerakan pasien. Kejelasan gambar yang tinggi dapat mengevaluasi penyebaran tumor di area laring.
Dibandingkan MRI, CT Scan unggul dalam kecepatan pemeriksaan (Zbären et al.2021). Biaya lebih rendah dan ketersediaan di Rumah Sakit menjadi alasan CT Scan lebih banyak digunakan (Becker et al., 2023).
Sementara dibandingkan USG, CT Scan memberikan gambaran 3D di bagian laring dan trakea termasuk penyebaran tumor ke parafaring (Liao et al, 2020).
Kesimpulan
Deteksi dini adalah langkah penting dalam penanganan kanker laring. CT scan menjadi alat akurat dan efektif untuk mendukung diagnosis sejak tahap awal, meningkatkan peluang kesembuhan karena memungkinkan pengobatan lebih cepat dan tepat sasaran.
Bagi perokok atau mereka yang terpapar bahan kimia, pemeriksaan CT scan menjadi langkah pencegahan cerdas sebelum kondisi memburuk.
Dengan teknologi yang sudah tersedia dan semakin terjangkau, tidak ada alasan untuk menunda pemeriksaan. Mengambil tindakan lebih awal bisa menjadi kunci penyelamatan nyawa, karena dalam dunia medis, setiap detik sangat berharga.
REFERENSI
- Becker, M., Burkhardt, K., & Dulguerov, P. (2023). Imaging of laryngeal cancer: Current standards. European Radiology, 33(2), 1024-1035. https://doi.org/10.1007/s00330-022-09045-2
- Biljannah, J. A., Zahro, I. I., & Manyakori, S. P. P. (2022). Tumor laring suspek ganas pada perokok aktif: Laporan kasus. Proceedings of the 15th Continuing Medical Education Faculty of Medicine Universitas Muhammadiyah Surakarta (CME FK UMS), 24–25 September 2022.
- Dewi, R., Jeniyanthi, N. P. R., & Kristin, P. M. (2025). Analisis pemeriksaan CT Scan thorax dengan kontras pada klinis tumor paru di RS Bhayangkara Makassar. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 10(2), 1295–1307.
- Dixon A, Normal CT chest. (2015). Case study, Radiopaedia.org. https://doi.org/10.53347/rID-36676
- Liao, L. J., et al. (2020). Detection of cervical lymph node metastasis. Head & Neck, 42(6), 1251-1260. https://doi.org/10.1002/hed.26104
- Rahmania, D. (2025). Analisis evaluasi prosedur pemeriksaan CT Scan laring dengan kasus tumor laring di Instalasi Radiologi RSUD Kota Langsa (Skripsi, Poltekkes Kemenkes Jakarta II).
- Yusmawan, W. (2024, Oktober 2). Penyebab Gejala Diagnosis dan Pengobatan Kanker Laring. RSUP dr. Kariadi
- Wahyuni, S., & Amalia, L. (2022). Perkembangan Dan Prinsip Kerja Computed Tomography (CT Scan). GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 1(2), 88-96.
- Zbären, P., et al. (2021). Staging of laryngeal cancer. Head & Neck, 43(1), 282-291. https://doi.org/10.1002/hed.26489
Oleh : Siti Mutia Rachmani Adi1, Kirani Yunia Azzahra2, Azahra Nasya Syarofah3, Zulfa Dwi Salsabila4, Hendy Febrian Prananda5, Yudha Tri Hidayat6, Moh. Firman Adi7
Dosen Pengampu : Amillia Kartika Sari, S.Tr.Kes, M.T.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.