RADAR BLITAR - CT Scan abdomen(perut) adalah teknik pemeriksaan radiologi yang memanfaatkan sinar-X dan sistem komputerisasi untuk menghasilkan gambaran potongan melintang dari organ-organ dan jaringan lunak di dalam rongga perut.
Pemeriksaan ini menggunakan mode volumetrik (helical) yang memungkinkan visualisasi struktur anatomis dari diafragma hingga symphysis pubis dengan detail yang sangat baik.
CT Scan perut bisa memperlihatkan organ dari bagian atas (diafragma) sampai ke bawah (symphysis pubis). Pemeriksaan ini sangat berguna untuk menemukan berbagai masalah di dalam perut, termasuk tumor intra-abdomen.
Tumor intra-abdomen adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada organ dalam perut yang dapat timbul pada keempat bagian atau kuadran perut, yaitu kuadran kanan atas, kiri atas, kanan bawah, dan kiri bawah.
Kondisi ini merupakan massa yang padat dengan ketebalan yang berbeda-beda, disebabkan oleh sel tubuh yang mengalami transformasi dan tumbuh secara autonom lepas dari kendali pertumbuhan sel normal, sehingga sel tersebut berbeda dari sel normal dalam bentuk dan strukturnya.
Secara umum, tumor dapat dibedakan menjadi tumor jinak dan tumor ganas (kanker), dimana tumor ganas terjadi akibat mutasi pada DNA sel sehingga sel dapat membelah dan tumbuh tanpa terkontrol.
Penyebab tumor intra-abdomen sangat beragam dan kompleks. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini meliputi trauma, kista, tumor jinak, kanker, dan berbagai penyakit lainnya.
Kista, yang merupakan kantong berisi cairan atau jaringan tubuh yang terinfeksi seperti kista ovarium, sering menjadi penyebab tumor intra-abdomen.
Kanker juga merupakan penyebab utama, termasuk kanker usus, kanker ginjal, kanker hati, dan kanker lambung.
Selain itu, beberapa penyakit tertentu dapat menyebabkan tumor intra-abdomen, seperti penyakit Crohn yang menyebabkan peradangan pada mukosa saluran cerna, aneurisma aorta abdominal, abses pankreas, diverkulitis, pembesaran ginjal akibat tersumbatnya aliran urin, pembesaran hati, dan pembesaran limpa.
Pada kasus Ny. S, perempuan 43 tahun dengan gangguan pencernaan, mual, muntah, dan nyeri perut hebat, diduga tumor intra abdomen sehingga dilakukan pemeriksaan CT Scan abdomen kontras.
Sebelum pemeriksaan, pasien menjalani pemeriksaan cek ureum, kreatinin, dan eGFR serta urus urus dengan obat pencahar agar pemeriksaan dapat optimal.
Pemeriksaan ini efektif dalam menampilkan struktur anatomi rongga perut secara rinci dan mendeteksi lesi seperti massa, stenosis, penebalan dinding, atau obstruksi.
Dibandingkan modalitas lain seperti USG atau foto polos abdomen, CT scan dengan kontras menawarkan visualisasi yang lebih jelas terhadap organ, pembuluh darah, dan kelainan patologis berkat peningkatan perbedaan densitas jaringan.
Gambaran CT-Scan abdomen kontras menunjukan adanya lesi kistik berukuran besar, dengan batas dinding tipis yang mendominasi sebagian besar rongga abdomen bagian panggul Lesi ini mendesak organ-organ di sekitarnya ke superior dan posterior, tanpa bukti jelas adanya septa tebal, nodul mural, atau komponen padat di dalamnya, serta tidak terlihat asites.
Berdasarkan citra, temuan ini sangat sugestif adanya kista intra-abdominal jinak berukuran masif, paling mungkin berasal dari ovarium.
Media kontras dalam deteksi massa atau tumor intra abdomen membantu memperjelas batas dan karakteristik lesi seperti ukuran, tepi, keterlibatan organ sekitar, serta potensi penyebarannya.
Pada pemeriksaan CT scan abdomen pada kasus tumor intra abdomen, pemberian media kontras dianjurkan dengan teknik bolus tracking dengan syringe injector melalui pembuluh darah vena untuk meningkatkan akurasi pencitraan vaskular, terutama pada fase arteri dan vena, serta mempercepat proses pemeriksaan.
Pada pemeriksaan kasus tumor intra abdomen ini, citra diambil irisan axial dan coronal baik tanpa maupun dengan media kontras untuk memperoleh gambaran diagnostik yang lengkap dan detail.
Potongan axial tanpa kontras sebagai baseline untuk menilai anatomi rongga abdomen secara umum. Potongan axial dengan kontras meningkatkan visualisasi perbedaan densitas jaringan dan pola vaskularisasi, sehingga membantu identifikasi massa atau tumor.
Sedangkan, potongan coronal dengan kontras memberikan sudut pandang vertikal yang mempermudah evaluasi ukuran, lokasi, dan penyebaran lesi.
Penggunaan CT scan dengan kontras intravena sangat membantu dalam karakterisasi tumor, terutama bila terdapat pola enhancement heterogen yang mengarah adanya kecurigaan keganasan tumor.
Meskipun terdapat MRI yang memiliki keunggulan dalam pencitraan jaringan lunak, CT scan abdomen dengan kontras tetap menjadi modalitas utama karena ketersediaan luas, kecepatan, dan kemudahan prosedur.
Referensi :
- Rahmawati, D., Diartama, A.A.A. and Widodo, R., 2024. Teknik Pemeriksaan CT Scan Abdomen Pada Kasus Tumor Intra Abdomen Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit X. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, 2(1), pp.22-40.
- Cahyati, Y., Samsul, A. & RA, F.T., 2025. Analisis nilai dosis radiasi pemeriksaan CT-scan abdomen dengan pemanfaatan media kontras. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 7(2), pp.752–756.
Tim Penulis
- D4 - Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga
- Noor Khalida 4132310841, Syofi Haidar Amru Zahdi 4132311062, Azarine Aurelliahandy Azzahra 4132311143, Riska Dwi Setiyaningsih 4132311154, Gevanya Hermosa Bala 4132311165, Margie Suryanatha 4132311236, Muhammad Ziyaad Difaa’ul Haq 4132311397
- Dosen Pengampu : Amillia Kartika Sari,S.Tr.Kes,M.T
- Sumber : Rahmawati, dkk. 2024