Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Peran CT Scan dalam Diagnosis Tumor Langka: Primary Pericardial Synovial Sarcoma

Anggi Septian A.P. • Sabtu, 14 Juni 2025 | 19:16 WIB
(A) CT aksial menunjukkan massa perikardial kiri besar dengan efusi ringan. (B) Rekonstruksi koronal memperlihatkan tumor mengelilingi aorta desendens, vena superior, dan arteri pulmonalis. (C) Rekon
(A) CT aksial menunjukkan massa perikardial kiri besar dengan efusi ringan. (B) Rekonstruksi koronal memperlihatkan tumor mengelilingi aorta desendens, vena superior, dan arteri pulmonalis. (C) Rekon

RADAR BLITAR - Pada 2023, seorang pria 34 tahun dirawat di RS Universitas Zhengzhou, Tiongkok, karena sesak napas dan batuk yang tak kunjung reda.

Echocardiogram mendeteksi massa di perikardium, lalu CT-scan thorax kontras digunakan untuk memperjelas temuan.

Hasilnya menunjukkan massa padat tak homogen yang menempel di ventrikel kiri, melibatkan pembuluh besar (ascending aorta, pulmonary trunk, dan left pulmonary artery) serta disertai efusi perikardial.

CT-scan juga memantau respons kemoterapi dan mendeteksi kekambuhan di sisi perikardium berlawanan.

Kasus ini menarik karena menunjukkan peran krusial CT-scan dalam diagnosis, evaluasi struktural, pemantauan terapi, dan deteksi kekambuhan tumor langka yaitu primary pericardial synovial sarcoma.

Pemeriksaan CT-scan thorax kontras dilakukan setelah echocardiography untuk menilai massa perikardial kiri.

Hasil menunjukkan massa besar kistik-solid dengan batas tidak jelas dan enhancement tidak merata pada jaringan padat dan septa.

Massa menginvasi perikardium kiri dari atrium, mengelilingi aorta asendens, vena kava superior, dan arteri pulmonalis (terlihat pada potongan koronal).

Potongan sagital menunjukkan penebalan tidak merata dan perubahan nodular. Potongan aksial menunjukkan sisa efusi pasca drainase di sisi kanan.

Setelah 6 siklus kemoterapi, massa mengecil namun muncul massa baru di sisi kanan, yang ikut mengecil setelah 8 siklus kemoterapi.

Setelah CT-scan, biopsi jarum dilakukan untuk mengakses tumor yang sulit dijangkau di dekat ventrikel kiri dan arteri pulmonalis, sehingga jalur tindakan dapat dipastikan aman.

Hasil histopatologi menunjukkan monophasic synovial sarcoma, yaitu tumor ganas dengan satu tipe sel spindel.

Diagnosis diperkuat melalui uji FISH (Fluorescence In Situ Hybridization) yang mendeteksi translokasi gen SS18, penanda khas synovial sarcoma.

Kasus ini menegaskan bahwa CT-scan berperan dalam diagnosis dan juga penting sebagai panduan tindakan invasif seperti biopsi.

Keunggulan CT-Scan dalam Diagnosis Tumor Langka

CT-Scan berperan penting dalam mengevaluasi efek terapi pada pasien dengan kelainan tumor, termasuk dalam kasus pericardial synovial sarcoma primer.

Dalam laporan kasus oleh Jin et al. (2023), CT-Scan berguna untuk memantau perubahan ukuran massa tumor setelah 6 tahapan kemoterapi.

Hasil CT-Scan menunjukkan adanya penurunan ukuran tumor yang menandakan efektivitas regimen kemoterapi berbasis doxorubicin-ifosfamide.

CT-Scan memiliki resolusi tinggi yang dapat memberikan gambaran morfologis terhadap struktur tumor sebelum dan sesudah terapi, termasuk perubahan densitas, batas lesi, serta berbagai jaringan di sekitarnya.

Oleh karena itu, CT-Scan tidak hanya berfungsi sebagai alat diagnosis awal, tetapi juga memiliki peran penting dalam tahap evaluasi hasil terapi, membantu dalam menilai keberhasilan pengobatan dan menentukan langkah terapi selanjutnya. 

Follow-up menggunakan CT-scan berperan penting dalam pemantauan pasien jangka panjang.

Dilakukan pada berbagai interval waktu tergantung pada kondisi pasien dan jenis penyakit yang dipantau.

Pengawasan dilakukan pada saat pelaksanaan, setelah pelaksanaan dan dalam jangka panjang untuk memastikan tidak ada komplikasi atau perubahan patologis. 

Salah satu hal penting CT-scan dalam follow-up adalah deteksi kekambuhan penyakit, terutama pada kasus keganasan.

Baca Juga: Jelang Tradisi Suroan Perguruan Silat, Polres Blitar Makin Gencar Razia Serentak di Sejumlah Titik Rawan

CT scan memiliki kemampuan superior dalam mendeteksi kekambuhan lokal maupun metastasis jauh dengan sensitivitas yang tinggi.

Pada kanker ovarium, CT scan dapat mendeteksi massa ukuran lebih dari 1 cm dengan sensitivitas 85-93% dan spesifisitas 91-96%. 

KESIMPULAN

CT-scan mampu mendeteksi berbagai jenis tumor, termasuk yang langka, tanpa menimbulkan rasa sakit dan relatif aman.

Pemeriksaan ini membedakan jaringan tumor dari jaringan normal dengan jelas.

Dalam kasus tertentu, CT-scan menunjukkan invasi lesi padat ke perikardium disertai penebalan tidak merata dan nodular, yang tampak semakin jelas setelah pemberian kontras.

CT-scan berperan penting dalam diagnosis dan pemantauan PSS serta hubungannya dengan jaringan sekitar.

“Dengar sinyal tubuhmu, periksa dini, cegah sebelum terlambat.” (*)

REFERENSI

  1. Dewi, M., Loho, E., & Tubagus, V. N. (2016). Gambaran CT-scan neoplasma intrakranial di Bagian/SMF Radiologi FK Unsrat RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado periode Oktober 2014-September 2015. e-CliniC, 4(1).
  2. Jin, H., Zhang, Y., Zhang, W., & Wang, K. (2023). Multimodal imaging features of primary pericardial synovial sarcoma: a case report. Frontiers in Oncology, 13. https://doi.org/10.3389/fonc.2023.1181778
Editor : Anggi Septian A.P.
#ct scan