Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kenali Peran CT Scan dalam Menangani Stroke Iskemik

Anggi Septian A.P. • Minggu, 15 Juni 2025 | 20:39 WIB

 

Gambar (a) menunjukkan area gelap halus di otak kiri pada CT scan tanpa kontras—tanda awal stroke. Gambar (b) dari CT angiografi memperlihatkan adanya penyumbatan di arteri serebri media kiri.
Gambar (a) menunjukkan area gelap halus di otak kiri pada CT scan tanpa kontras—tanda awal stroke. Gambar (b) dari CT angiografi memperlihatkan adanya penyumbatan di arteri serebri media kiri.

RADAR BLITAR - Stroke iskemik merupakan salah satu jenis gangguan pembuluh darah otak yang terjadi akibat tersumbatnya aliran darah menuju otak, sehingga pasokan oksigen dan zat gizi ke jaringan otak terganggu.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya stroke iskemik meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, kadar kolesterol yang tinggi, penyakit jantung, serta pola hidup yang kurang sehat.

CT-Scan merupakan alat pencitraan medis menggunakan sinar-X yang berputar mengelilingi bagian tubuh untuk menghasilkan gambar penampang tubuh secara menyeluruh.

CT-Scan dapat menghasilkan gambar dengan detail tanpa tumpang tindih dari struktur tubuh, sehingga meningkatkan akurasi diagnostik.

Saat stroke terjadi, waktu sangat krusial. CT Scan membantu dokter membedakan apakah stroke disebabkan sumbatan (iskemik) atau perdarahan (hemoragik), dan memberikan gambaran cepat tentang kondisi otak.

CT Scan juga bisa dilanjutkan dengan CT Angiografi (CTA) untuk melihat pembuluh darah otak lebih detail.

Ini penting agar dokter bisa segera menentukan penanganan yang tepat, seperti pemberian obat atau tindakan membuka sumbatan.

Pada pemeriksaan CT Scan tanpa kontras, tanda awal stroke iskemik seringkali belum jelas dalam 6 jam pertama, tetapi dapat menunjukkan pembuluh darah yang lebih putih akibat sumbatan, hilangnya batas antar area otak, atau penyempitan lekukan otak karena pembengkakan ringan.

Setelah 6–24 jam, area stroke mulai terlihat lebih jelas dengan perubahan warna jaringan dan pergeseran struktur otak sekitarnya.

 

Dalam beberapa hari hingga minggu, area yang rusak tampak lebih gelap akibat kematian jaringan. Jika menggunakan kontras, dapat terlihat pola penguatan tertentu.

Dalam jangka panjang, bekas stroke dapat berubah menjadi rongga kecil berisi cairan di otak.

CT-Scan adalah pemeriksaan utama yang menentukan jenis stroke (iskemik atau hemoragik) dalam hitungan menit.

Meski pada 6 jam pertama hasilnya mungkin belum jelas, CT-Scan tetap bisa menunjukkan tanda awal seperti pembuluh darah tersumbat atau perubahan jaringan otak.

Pemeriksaan ini sering dilengkapi CT Angiografi untuk melihat pembuluh darah lebih detail, membantu dokter memutuskan pengobatan tepat seperti obat pengencer darah atau operasi kecil.

Keunggulan CT-Scan terletak pada kecepatan, ketersediaan luas di rumah sakit, dan akurasinya yang tinggi, menjadikannya pemeriksaan wajib untuk penanganan stroke darurat.

Semakin cepat stroke terdeteksi dan diobati, semakin besar peluang kesembuhan pasien.(*)

 

PENULIS:

REFERENSI

  1. Ayu Puspitaningtyas, D., & Guna Bangsa, S. (2023). PERANAN PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA DALAM PENEGAKKAN DIAGNOSA STROKE ISCHEMIC: STUDI LITERATURE. https://doi.org/10.1007/s12028 
  2. Ho, J. P., & Powers, W. J. (2024). Contemporary Management of Acute Ischemic Stroke. Annual Review of Medicine, 76.
  3. Patel, P. R., & de Jesus, O. (2025). CT Scan.
  4. Powers WJ. 2020. Acute ischemic stroke. N. Engl. J. Med. 383:252–60
  5. Putri, A. D., & Ramadhani, R. (2023). Gambaran penggunaan obat pada pasien stroke iskemik rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Terpadu (JKT), 13(1), 45–54.  
  6. Mutiarasari, D. (2019). Stroke Iskemik: Gejala, Faktor Risiko, dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kedokteran Medika Tadulako. 6(1), 60-73. 
Editor : Anggi Septian A.P.
#stroke iskemik