Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dispendik Kota Blitar Mulai Sisir Anak Tak Dapat Sekolah untuk Pemenuhan Pagu di SD Negeri

M. Subchan Abdullah • Senin, 16 Juni 2025 | 21:00 WIB
Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Ali Nurdin.
Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Ali Nurdin.

BLITAR – Proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) untuk jenjang sekolah dasar (SD) di Kota Blitar masih terus berlangsung. Bahkan untuk pendaftaran masih dibuka hingga akhir Juni ini.

Ada indikasi masih ada beberapa sekolah yang belum bisa memenuhi pagu sesuai dengan rombongan belajar (rombel) yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data dispendik, saat ini terdapat 48 lembaga SD negeri di Kota Blitar. Masing-masing rata-rata membuka satu rombel dengan kapasitas 28 kursi. Artinya, kebutuhan siswa baru untuk SD negeri tahun ini mencapai 1.708 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Dindin Ali Nurdin mengungkapkan, sejauh ini pemenuhan pagu di SD negeri sudah menyentuh angka sekitar 98 persen. Meski begitu, masih terdapat beberapa sekolah yang belum memenuhi kuota untuk siswa baru.

“Jumlahnya tidak banyak. Kami terus memantau secara berkala melalui sistem online. Beberapa SD negeri memang belum terpenuhi, terutama yang setiap tahun minim pendaftar,” jelasnya kepada Koran ini, kemarin (15/6).

Mengatasi persoalan itu, dispendik telah bekerja sama dengan pemerintah di tingkat kelurahan untuk menyisir para siswa di usia SD di wilayah masing-masing. Tujuannya memastikan apakah masih ada anak yang belum mendapatkan sekolah yang tepat.

“Kami turun ke lapangan bersama pihak kelurahan. Bila ditemukan anak yang belum sekolah, kami siap membantu fasilitasi untuk penempatan, dengan prioritas ke SD negeri yang belum terpenuhi pagunya,” ungkapnya.

Dindin menegaskan, pada prinsipnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berkomitmen agar seluruh anak usia sekolah dapat mengakses pendidikan di sekolah yang diinginkan, baik di sekolah negeri, swasta, maupun madrasah ibtidaiyah (MI).

“Kami akan pastikan tidak ada anak di Kota Blitar yang tertinggal dalam akses pendidikan dasar, apalagi tidak bersekolah karena alasan tak menemukan sekolah yang tepat,” tegasnya.

Sementara itu, SD swasta membutuhkan sekitar 588 siswa baru dan madrasah sekitar 812 siswa. Jika dijumlahkan, total kebutuhan murid baru untuk jenjang SD di Kota Blitar tahun ajaran 2025/2026 mencapai 3.108 siswa.

“Kami berikan kebebasan bagi orang tua untuk memilih, mau di negeri, swasta, atau madrasah. Namun jika ada anak yang belum mendapatkan sekolah, maka akan kami arahkan ke sekolah negeri,” terangnya.

Proses pendaftaran untuk tingkat SD masih dibuka hingga akhir Juni mendatang. Dengan demikian, masyarakat diimbau segera mendaftarkan anak-anaknya yang belum mendapatkan sekolah sebelum kuota habis.

“Kami juga membuka posko layanan informasi untuk membantu orang tua dalam proses pendaftaran, khususnya secara online. Kami akan terus kawal kondisi ini,” tandasnya. (sub/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#spmb #pagu #sisir #rombongan belajar #sd #Sistem Penerimaan Murid Baru #Dispendik #rombel #anak #Kota Blitar #pendaftaran #negeri #sekolah