RADAR BLITAR - Emphysematous Osteomyelitis (EO) merupakan infeksi tulang berbahaya yang sangat jarang terjadi, namun dapat berakibat fatal jika terlambat ditangani.
Penyakit ini unik karena bakteri penyebabnya seperti Escherichia coli menghasilkan gas di dalam tulang, berbeda dengan infeksi tulang biasa.
Kondisi ini berisiko tinggi menyerang penderita diabetes, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau mereka yang pernah menjalani operasi tulang.
Gejalanya sendiri meliputi demam, nyeri tulang, dan bengkak yang sering tidak terlihat jelas, sehingga banyak kasus yang terlambat terdiagnosis.
Padahal, deteksi dini melalui CT scan sangat penting karena infeksi ini dapat menyebar dengan cepat dan merusak saraf.
Kunci kesembuhan terletak pada penanganan yang cepat dan tepat. Semakin dini terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh total.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penderita EO akan memiliki tulang yang di dalamnya terdapat gas (intraosseous gas), yang mana hal ini dapat terlihat pada hasil pemeriksaan radiologi.
Pada pemeriksaan radiologi konvensional (x-ray), keberadaan gas di dalam tulang ditandai dengan kantung udara di dalam area tulang.
Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan dikarenakan keterbatasan radiologi konvensional yang hanya memungkinkan gambar 2 dimensi, sehingga umumnya temuan gas di dalam tulang ini akan dikonfirmasi lagi dengan CT-Scan sebagai pemeriksaan tambahan (Bhattarai et al., 2023).
Pada pemeriksaan CT-scan, gas di dalam tulang ini dikonfirmasi dengan keberadaan “Pumice Stone Sign”, dimana bagian tulang yang seharusnya tampak solid justru akan terlihat berpori-pori seperti batu apung (Tan et al., 2024).
CT scan non kontras sudah cukup baik dalam memberikan gambaran kondisi ini, namun pada kasus dimana kondisi pasien tidak kunjung membaik, CT kontras juga dapat dilakukan sebagai follow up imaging setelah CT non kontras.
Meskipun tidak sebaik MRI, CT kontras juga dapat dilakukan jika diperlukan evaluasi lebih detail terhadap abses atau inflamasi sekunder.
CT Scan sangat bermanfaat dalam mendeteksi emphysematous osteomyelitis (EO) karena kemampuannya yang tinggi dalam memvisualisasikan gas di dalam tulang, yang merupakan tanda khas EO dan sering tidak terdeteksi pada radiografi konvensional (Aiyappan et al., 2014).
Selain itu, CT Scan memberikan gambaran detail mengenai kondisi tulang, jaringan lunak, dan pembuluh darah, sehingga membantu membedakan EO dari penyakit lain serupa serta menilai tingkat kerusakan tulang dan penyebaran infeksi ke jaringan sekitar.
Informasi ini sangat penting untuk menentukan stadium infeksi, merencanakan pengobatan, serta memandu tindakan lanjutan seperti biopsi atau operasi, sehingga diagnosis dapat ditegakkan lebih awal dan terapi agresif dapat segera diberikan untuk menurunkan risiko komplikasi pada kematian.
Deteksi emphysematous osteomyelitis melalui pencitraan radiologi, khususnya CT scan, memiliki keunggulan dalam menunjukkan adanya gas pada jaringan tulang yang menjadi indikator utama infeksi anaerob.
Temuan ini sering dikaitkan dengan kondisi imunokompromais atau diabetes mellitus, yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Identifikasi dini melalui pencitraan Ct-Scan berperan krusial dalam menentukan tindakan medis yang akan dilakukan, termasuk pemberian antibiotik dan tindakan bedah jika diperlukan.(*)
PENULIS:
- Oleh kelompok 2 : Nadia Claresta Anastasia (413231003)1 , Dayu Sukma Pramestia (413231004)2, Tiara Khoirunnisa Maharani (413231005)3, Indria Ayu Febyanti (413231024)4, Marianus Nanga (413231025)5, Rahma Ayu Dwi Cahya (413231037)6, Revalina Rania Suryaputri (413231053)7
- Dosen pengampu : Amillia Kartikasari, S.Tr.Kes., M.T.
- FAKULTAS VOKASI - D4 TEKNOLOGI RADIOLOGI PENCITRAAN, Universitas Airlangga Surabaya
REFERENSI:
- Di Stasi, M., Pontillo, G., Bartolini, A., Elefante, A., & Muccio, C. F. (2020). Spontaneous emphysematous osteomyelitis of the spine: A case report. Radiology Case Reports, 15(9), 1552–1554. https://doi.org/10.1016/j.radcr.2020.05.078
- Bhattarai, V., Acharya, K., Kuikel, S., Mahat, S., Agarwal, S., Ghimire, R., & Poudel, A. S. K. (2023). Radiologic finding of intraosseous gas: A rare case of emphysematous osteomyelitis of the foot. Radiology Case Reports, 18(2), 643–646. https://doi.org/10.1016/j.radcr.2022.11.007
- Tan, W. C., Lau, S. C. X., & Lim, Y. T. (2024). Pumice stone sign: Emphysematous osteomyelitis in diabetic ketoacidosis. International Journal of Infectious Diseases: IJID: Official Publication of the International Society for Infectious Diseases, 143(106977), 106977. https://doi.org/10.1016/j.ijid.2024.02.020
- Small, J.E., Chea, P., Shah, N. and Small, K.M. (2022). Diagnostic Features of Emphysematous Osteomyelitis. Current Problems in Diagnostic Radiology, 51(4), pp.666–672. doi:https://doi.org/10.1067/j.cpradiol.2018.05.008.
- Khanduri, S., Singh, M., Goyal, A., & Singh, S. (2018). Emphysematous osteomyelitis: Report of two cases and review of literature. The Indian journal of radiology & imaging, 28(1), 78–80. https://doi.org/10.4103/ijri.IJRI_28_17
- Saha, D., Tai, R., Vaishali Kapare and Joshi, G. (2024). Multifocal emphysematous osteomyelitis, a do not miss diagnosis for the emergency radiologist: a case report with literature review. Emergency radiology, 31(2), pp.285–288. doi:https://doi.org/10.1007/s10140-024-02203-7.
Editor : Anggi Septian A.P.