BLITAR – Seleksi pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap 1 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) jalur Domisili, Prestasi, Afirmasi, dan Mutasi di Bumi Bung Karno resmi ditutup. Senin (16/6/2025), Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar telah mengumumkan hasilnya.
Di tahap I, dari total pendaftar 2.503 calon siswa baru jenjang SMP negeri di Kota Blitar, 2.198 pendaftar di antaranya berhasil lolos atau diterima di sekolah tujuan. Dengan begitu, ada sebanyak 305 pendaftar yang tidak diterima di tahap I.
”Untuk yang tidak diterima di tahap I nanti bisa mendaftar lagi di tahap II. Pendaftaran tahap II hanya diperuntukkan untuk jalur domisili,” terang Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Dispendik Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri, Selasa (17/6/2026).
Pendaftaran tahap II, jelas Jais, akan dibuka pada 23 hingga 25 Juni. Jalur yang dibuka hanya jalur domisili untuk memenuhi kuota di SMP negeri yang belum terpenuhi pagunya. Dari sembilan SMP negeri di Kota Blitar, kuota delapan SMP di antaranya belum terpenuhi.
“Jadi kuota yang sudah terpenuhi hanya SMPN 4 Blitar. Sisanya belum terpenuhi dengan jumlah yang berbeda-beda. Adapun kuota kursi SMP negeri di Kota Blitar sebanyak 2.464,” jelasnya.
Dengan begitu, kuota jenjang SMP negeri yang belum terpenuhi ada sebanyak 266 kursi. Tersebar di delapan SMP negeri yang meliputi: SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, dan SMPN 9.
“Di tahap kedua ini nanti, penentuan berdasarkan domisili sebaran wilayah. Misalnya, untuk SMPN 3 Blitar ada tiga wilayah yang berpeluang, yakni Kelurahan Sentul, Kelurahan Tanggung, dan Kelurahan Ngadirejo. Jika ada calon siswa baru dari wilayah itu mendaftar di SMPN 3 maka berpeluang masuk. Jika di luar wilayah, sulit diterima,” jelasnya.
Di seleksi pendaftaran tahap II dispendik memastikan seluruh anak warga Kota Blitar mendapat SMP negeri.
Dispendik memperkirakan sekitar 190 anak kota yang belum diterima di tahap I. Sedangkan sisanya merupakan pendaftar anak dari luar Kota Blitar.
“Kami sudah sisir di wilayah untuk memastikan adakah anak yang belum mendapat sekolah. Jika ada, kami prioritaskan anak-anak tersebut untuk mendaftar di sekolah negeri,” tandasnya. (sub/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah