BLITAR - Sistem penerimaan siswa baru (SPMB) tingkat sekolah dasar (SD) secara online telah resmi ditutup pada 21 Juni lalu. Namun, kurang lebih 10 sekolah masih kekurangan siswa, dan terpaksa masih akan membuka pendaftaran secara offline.
Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebabnya, salah satunya yakni pembukaan pendaftaran secara online untuk sekolah negeri digelar setelah pendaftaran untuk sekolah swasta dan madrasah.
“Ya, dimungkinkan juga banyak yang sudah memilih untuk masuk sekolah swasta maupun ke madrasah, sehingga membuat rombongan belajar (rombel) yang ada masih kekurangan siswa atau belum memenuhi jumlah pagu,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Dindin Ali Nurdin, Rabu (25/6/2025).
Padahal, jelas dia, untuk pagu masing-masing sekolah telah ditentukan. Yakni, setiap rombel minimal diisi oleh 28 siswa.
Namun, setelah dilakukan pendataan untuk siswa baru, ternyata ada sekitar 10 sekolah yang masih belum bisa memenuhi pagu tersebut dan masih memiliki siswa di bawah 15 anak per rombelnya.
“Kalau melihat sesuai pagu siswa untuk per rombel, memang ada 10 sekolah yang belum memenuhi, dan ini masih terus akan kami lakukan pendataan kembali,” ujarnya.
Menurut Dindin, penyebab belum terpenuhinya pagu di beberapa SD tersebut juga karena memang hampir setiap tahun sepi peminat.
Dia mengaku belum mengetahui faktor penyebab sekolah-sekolah ini selalu kekurangan siswa setiap tahunnya. Karena itu, dia melakukan kerja sama dengan kelurahan untuk ikut mendata anak-anak usia SD yang belum memiliki sekolah.
“Hampir setiap tahun sekolah-sekolah ini memang sepi peminat. Jadi, kami juga mencari faktor penyebabnya. Kami juga akan tetap membuka pendaftaran secara langsung jika ada siswa yang belum memiliki sekolah. Kami juga terus mendata sekolah-sekolah yang masih kurang siswa,” bebernya. (ady/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah