BLITAR – Tingginya kasus diabetes mellitus (DM) di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, mendorong Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi D-3 Keperawatan Kampus Blitar menetapkan desa tersebut sebagai wilayah binaan, Kamis (26/6/2025).
Program ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat kampus yang fokus pada penyakit tidak menular, khususnya diabetes.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Blitar Wiwin Martiningsih, pemilihan fokus diabetes sejalan dengan program pemerintah pusat.
Selain itu, prodi D-3 Keperawatan Polkesma di Blitar yang sebelumnya mengunggulkan kegawatdaruratan, kini mulai bergeser mengutamakan penanganan diabetes mellitus.
"Kasus DM di Karangrejo tinggi. Oleh karena itu, mulai tahun ini kami awali program wilayah binaan selama tiga tahun. Sebelumnya diawali dengan MoU bersama pemerintah desa dan hari ini mulai pembinaan (Kamis, Red)," ujarnya.
Wiwin melanjutkan, tidak hanya mencakup edukasi dan pengabdian, masyarakat Desa Karangrejo juga menjadi sumber data dan praktik penelitian mahasiswa.
Dia bahkan menyinggung bahwa permasalahan lain, seperti gangguan jiwa, juga akan mendapat perhatian lewat pembentukan Posyandu Jiwa di desa tersebut.
Sekretaris Desa Karangrejo, Jamali, menyambut baik inisiatif ini. Dia berharap program tersebut mampu meningkatkan pemahaman masyarakat soal penyebab dan penanganan diabetes.
"Di desa kami memang terlihat ada peningkatan kasus diabetes. Semoga warga bisa lebih sadar pentingnya pola hidup sehat," ucapnya.
Dukungan juga datang dari tenaga medis. Neni Vivi Narulita, perawat dari UPT Puskesmas Garum, menyatakan bahwa selama ini banyak warga yang belum sadar terkena diabetes karena minim gejala awal.
Neni mengungkapkan, di wilayah Kecamatan Garum, termasuk Karangrejo, terdapat sekitar 1.270 penderita diabetes. Hasil itu diketahui usai skrining rutin dilakukan melalui posyandu ILP.
Baca Juga: Wujud Syukur Masyarakat Pesisir Blitar Tiap Tahun, Warga Jaga Tradisi Larung Sesaji di Pantai Pasur
"Deteksi awal dan penatalaksanaan diabetes belum banyak diketahui warga. Program ini sangat membantu dalam pengendalian penyakit," kata Neni.
Dari sisi kebijakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga menyatakan dukungan. Bidang Keseahatan Masyarakat Dinkes, Erni Yuliastuti, menilai sinergi antara kampus, puskesmas, dan desa penting untuk meningkatkan wawasan masyarakat.
Terkadang masyarakat minim pengetahuan tentang penyakit tidak menular. Program ini positif untuk menumbuhkan kesadaran dan penanganan yang tepat.
Sementara itu, Camat Garum Arinal Huda menilai program dari Polkesma sebagai langkah strategis dan patut ditiru desa lain.
Dia menyebut Karangrejo dipilih karena lokasinya jauh dari fasilitas kesehatan dan masih relatif rendah tingkat kesadarannya terhadap kesehatan.
"Harapan kami, dalam tiga tahun program ini berjalan, kasus diabetes bisa ditekan hingga nol. Jika berhasil akan kami dorong agar diterapkan di desa-desa lain," pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah