BLITAR - Meski memiliki segudang prestasi di bidang olahraga, ternyata tidak semua calon siswa bisa lolos di SMA Negeri 1 Blitar lewat jalur prestasi.
Sekolah menyebut kuota yang terbatas dan sistem seleksi berbasis peringkat menjadi penyebabnya.
Waka Kesiswaan SMAN 1 Blitar, Susianto mengatakan, jalur prestasi tahun ini hanya menerima 10 siswa dari total 346 siswa baru yang diterima. Bahkan, sekolah tidak mengkhususkan penerimaan hanya untuk cabang tertentu.
“Kalau ada atlet yang berprestasi tentu kita tampung, tapi semua tetap terbatas,” ujarnya, Jumat (4/7/2025).
Proses seleksi jalur prestasi dilakukan melalui sistem daring.
Berkas yang masuk akan diverifikasi langsung oleh pihak sekolah, tetapi peringkat ditentukan otomatis oleh sistem berdasarkan skor.
“Untuk verifikasi dilakukan dari sekolah langsung, dan nanti terperingkat secara otomatis oleh sistem,” akunya.
Akhirnya, jelas dia, tidak semua sertifikat yang dilampirkan calon peserta didik bisa diakui dalam seleksi jalur prestasi. Hanya piagam dari lembaga resmi dan berjenjang yang dihitung.
“Untuk sertifikat, ada beberapa yang tidak berjenjang, mungkin itu kerja sama dengan kampus atau lembaga lain. Itu tidak bisa dihitung,” jelasnya.
Tahun ini, kuota jalur prestasi diisi oleh siswa yang memiliki rekam jejak sebagai atlet panahan, silat, dan basket.
Mereka dianggap memenuhi kriteria sesuai standar sistem penerimaan yang berlaku.
Baca Juga: Inilah Sejarah Hari Kelautan Nasional yang Diperingati Setiap 2 Juli, Ada Kisah Apa Didalamnya?
“Karena kuotanya sedikit, yang diterima hanya beberapa saja dari cabang tertentu,” pungkasnya. (mg2/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah