Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Antusias Warga Desa Karangrejo Blitar Ikuti Literasi Kesehatan Poltekkes Malang Tentang Penanganan Diabetes

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 7 Juli 2025 | 18:30 WIB
DEMI SEHAT: Dosen Prodi Keperawatan Politeknik Kesehatan Malang Kampus 3 Blitar mempraktikan penggunaan alat inovasi perawatan diabetes kepada warga Desa Karangrejo.
DEMI SEHAT: Dosen Prodi Keperawatan Politeknik Kesehatan Malang Kampus 3 Blitar mempraktikan penggunaan alat inovasi perawatan diabetes kepada warga Desa Karangrejo.

BLITAR – Kolaborasi antara Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) Program Studi D-3 Keperawatan (Kampus 3 Blitar) dengan Pemerintah Desa Karangrejo dalam membangun kesadaran warga terkait pencegahan diabetes melitus (DM) terus berlanjut, pada Kamis (3/7/2025), di Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program wilayah binaan Poltekkes Malang Kampus Blitar yang menyasar pemahaman masyarakat soal pencegahan dan penanganan penyakit DM.

Kali ini ditekankan pada pencegahan, perawatan luka, dan alat inovasi untuk pasien penyakit tersebut. Ada beberapa pemateri dalam kegiatan ini yang tentu bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini bagian dari literasi masyarakat. Tujuannya mencerdaskan kehidupan masyarakat. Kali ini kami beri pemahaman agar warga bisa mencegah, mengelola, dan berdamai dengan diabetes,” ujar Bastianus Dodi Riyadi, Kepala Unit Perpustakaan Terpadu Poltekkes Malang, kepada Radar Blitar.

Dia melanjutkan, edukasi yang disampaikan meliputi perubahan pola pikir, sikap, dan keterampilan dalam menghadapi risiko diabetes. Tak hanya pemberian materi, warga juga diberikan leaflet dan brosur sebagai bahan bacaan ulang di rumah.

Dalam kegiatan ini, Dodi berharap angka diabetes di Desa Karangrejo tidak bertambah, tetapi menurun. Serta angka kesakitannya tentang diabetes ini juga menurun usai menerima materi hingga alat inovasi dari literasi Kesehatan Polkesma.

“Kalau belum diabetes, bisa dicegah. Kalau sudah, bagaimana agar tidak timbul komplikasi. Literasi ini sangat penting agar angka penderita tidak bertambah,” tambah Dodi.

Salah satu pemateri, Arif Mulyadi, dosen Prodi Keperawatan Poltekkes Malang Kampus 3 Blitar, turut mengedukasi masyarakat tentang perawatan luka diabetik yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

“Luka diabetes itu tidak bisa dibiarkan. Kalau dibiarkan bisa parah, bahkan amputasi. Maka, kami ajarkan teknik dan alat sederhana yang bisa dipakai di rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Tricahyo Sepdianto, dosen keperawatan lainnya, memberikan materi tentang mengenali tanda dan gejala diabetes serta cara hidup sehat untuk mencegahnya.

Menurutnya yang mahal dari diabetes itu bukan penyakitnya, melainkan komplikasinya.

“Dari komplikasi itu, penderita diabetes bisa kena gagal ginjal, stroke, jantung, bahkan luka yang tidak sembuh-sembuh. Maka, edukasi pencegahan ini penting,” ucapnya.

Menariknya dalam kegiatan ini juga diperkenalkan dua inovasi alat bantu untuk penderita diabetes, yaitu sandal diabet dan plantar manual massage. Kedua alat tersebut dirancang untuk mencegah luka basah pada kaki penderita DM.

Alat itu dikenalkan oleh Agus Khoirul Anam, dosen Prodi Keperawatan Politeknik Kesehatan Malang. “Inovasi ini kami perkenalkan agar warga tahu ada solusi mencegah luka gangren.

Sandal diabet bisa dipakai saat mandi atau bersih-bersih, sedangkan alat pijat untuk memperlancar sirkulasi darah,” kata Agus.

Dalam sesi konsultasi, tercatat ada lima warga yang mengalami luka akibat diabetes. Rencananya, pihak kampus akan menjalin kerja sama dengan Puskesmas Garum untuk kunjungan rumah (home care) bagi pasien tersebut.

Melalui literasi kesehatan seperti ini, masyarakat diharapkan makin peduli terhadap ancaman diabetes dan mampu mengambil langkah konkret untuk menjaga kesehatannya.

“Jika ada warga yang ingin alat ini bisa menghubungi kampus kami. Produksi masih terbatas, tapi akan kami upayakan,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#desa #Garum #politeknik #kemenkes #Kabupaten Blitar #Karangrejo #kolaborasi #prodi #kampus #edukasi #kesehatan #malang #diabetes #POLTEKKES #perawat #polkesma #inovasi #dosen #keperawatan