Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Candi Penataran: Warisan Sejarah Kerajaan Majapahit di Blitar yang Memikat Wisatawan

Anggi Septiani • Rabu, 9 Juli 2025 | 02:06 WIB
Candi Penataran Blitar yang memikat wisatawan.
Candi Penataran Blitar yang memikat wisatawan.

BLITAR - Candi Penataran menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Terletak di kaki Gunung Kelud, tepatnya di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, candi ini dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur dan merupakan peninggalan penting dari masa Kerajaan Kediri hingga Majapahit.

Dibangun pada masa kerajaan kediri dan berkembang pada masa kerajaan majapahit, candi ini bukti kejayaan Majapahit. Candi ini bukti kejayaan masa lalu Nusantara sekaligus destinasi wisata sejarah yang sangat menarik.

Candi Penataran mulai di bangun sekitar tahun 1197 M, pada masa pemerintahan Raja Kertajaya dari kerajaan Kediri.

Candi ini kemudian mengalami perluasan di masa kerajaan Singasari dan mencapai puncak kejayaannya saat masa kerajaan Majapahit, terutama ketika Raja Hayam Wuruk menjadikanya tempat pemujaan penting dalam perjalanan keagamaan.

Kompleks Candi Penataran terbagi menjadi tiga halaman utama yang memanjang dari utara ke selatan.

Di dalamnya terdapat bangunan-bangunan utama, arca Dewa Siwa, dan relief yang menggambarkan kisah epik Ramayana dan Krishnayana dua arca raksasa penjaga gerbang (Dwarapala) berdiri kokoh di pintu masuk, yang oleh masyarakat lokal disebut sebagai “Mbah Bodo”.

Kini, Candi Penataran tak hanya menjadi situs bersejarah, tetapi juga objek wisata yang ramai dikunjungi.

Suasananya yang sejuk dan asri karena berada di dataran tinggi, menjadikan tempat ini cocok untuk edukasi, wisata keluarga, hingga kegiatan spiritua banyak pelajar, mahasiswa, hingga turis mancanegara datang untuk belajar sejarah sekaligus menikmati keindahan arsitektur kuno yang masih terawat.

Pengelola juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang, seperti area parkir luas, toilet umum, taman, gazebo, serta kolam patirtan yang diyakini memiliki nilai spiritual.

Selain itu, papan informasi sejarah juga tersedia untuk memudahkan pengunjung mengenal lebih dalam tentang latar belakang dan makna candi.

Candi Penataran buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB. Harga tiket masuk cukup terjangkau, yakni Rp3.000–Rp5.000 per orang, sementara biaya parkir kendaraan berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000.

Akses menuju lokasi juga mudah dijangkau, sekitar 20–30 menit dari pusat Kota Blitar dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Dengan perpaduan nilai sejarah, spiritualitas, dan keindahan alam, Candi Penataran menjadi bukti kejayaan peradaban Nusantara yang patut dijaga tidak hanya sebagai tempat wisata, candi ini juga menjadi warisan budaya yang mengajarkan pentingnya merawat peninggalan leluhur bagi masa depan bangsa.(*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#candi penataran #Kejayaan #majapahit #sejarah #blitar #kediri #Dwarapala #hindu #agama #masa #wisatawan #warisan #ramayana #kerajaan #singasari