BLITAR - Maudy Ayunda, sosok publik figur yang dikenal cerdas, multitalenta, dan berprestasi, ternyata punya cara belajar yang tak biasa. Di tengah kesibukannya di dunia hiburan sejak remaja, Maudy berhasil mempertahankan prestasi akademik hingga bisa menempuh pendidikan di Universitas Oxford dan Stanford University.
Salah satu tips pintar yang sering ia bagikan adalah: "Perhatikan guru saat di kelas, itu jauh lebih efektif daripada belajar semalaman."
Dalam berbagai kesempatan, Maudy Ayunda membagikan pengalaman dan strateginya saat harus membagi waktu antara sekolah dan pekerjaan di dunia entertainment. Menurutnya, kunci keberhasilan bukan pada berapa lama waktu belajar, melainkan bagaimana cara memanfaatkan waktu yang ada.
Baca Juga: Kunci Efektif Public Speaking, Teknik Bicara yang Mempengaruhi Minat Audiens!
Fokus Saat di Kelas: Cara Maudy Menyerap Materi Tanpa SKS
Maudy mengakui bahwa dirinya bukan tipe siswa yang suka belajar sampai larut malam. Ia tidak percaya pada sistem belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) yang banyak dilakukan pelajar menjelang ujian. Menurutnya, cara tersebut hanya memberikan pemahaman jangka pendek dan mudah dilupakan.
“Aku lebih percaya sama belajar yang konsisten dan fokus dari awal. Saat guru menjelaskan, aku usahakan untuk betul-betul fokus. Karena sebenarnya, kalau kamu merhatiin di kelas, itu bisa menghemat waktu belajar di rumah,” kata Maudy dalam salah satu sesi wawancara podcast.
Alih-alih mengulang materi sampai dini hari, Maudy memilih untuk memaksimalkan pemahamannya saat pelajaran berlangsung. Ia percaya bahwa otak manusia menyerap informasi lebih baik dalam kondisi segar — bukan saat dipaksa menghafal dalam tekanan dan kantuk.
Baca Juga: Dampak Negatif Standar Sosial Media Terhadap Kepribadian Generasi Muda
Self-Diagnostic: Tes Dulu, Baru Review
Salah satu strategi unik Maudy Ayunda adalah menggunakan metode self-diagnostic saat belajar. Metode ini dilakukan dengan mengerjakan soal terlebih dahulu, lalu mengevaluasi kesalahan untuk tahu bagian mana yang belum dipahami.
“Biasanya aku mulai dengan kerjain latihan soal dulu tanpa lihat catatan. Dari situ aku bisa tahu kelemahanku di mana. Baru setelah itu aku review materi yang nyangkut sama soal yang aku salahin,” jelasnya.
Strategi ini membuat proses belajar jadi lebih terarah dan efisien. Maudy tidak menghabiskan waktu untuk mengulang semua bab, melainkan hanya fokus pada bagian yang memang belum dikuasai. Teknik ini sangat berguna, terutama bagi pelajar dengan waktu belajar terbatas.
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah, Bus Pelajar Kabupaten Blitar Akhirnya Kembali Beroperasi
Efisiensi Waktu di Tengah Kesibukan
Sebagai artis cilik yang sudah mulai berakting sejak usia 11 tahun, Maudy harus pintar-pintar membagi waktu antara jadwal syuting dan tugas sekolah. Di sinilah pentingnya manajemen waktu dan efisiensi belajar.
“Aku belajar bukan karena harus, tapi karena ingin ngerti. Jadi saat punya waktu kosong di lokasi syuting atau di mobil, aku manfaatkan untuk baca atau ngerjain soal,” tuturnya.
Maudy menyadari bahwa waktu 24 jam tidak bisa diperpanjang, tetapi bisa dimaksimalkan. Oleh karena itu, ia sangat menghargai waktu sekolah dan menjadikannya sebagai momen belajar yang utama.
Baca Juga: Tips Percaya Diri dalam Public Speaking
Bahkan, ia menyarankan agar pelajar tidak hanya melihat sekolah sebagai kewajiban, tapi sebagai peluang untuk memahami banyak hal secara langsung dari guru.
Kritik Maudy Terhadap Budaya SKS
Budaya belajar semalaman sebelum ujian atau SKS (Sistem Kebut Semalam) masih sering dilakukan oleh banyak pelajar Indonesia. Namun bagi Maudy, metode ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaat.
"SKS itu bikin stres, hasilnya juga kadang enggak maksimal. Karena kita belajar dengan panik, bukan karena benar-benar ingin ngerti. Itu beda banget hasilnya,” ungkap Maudy.
Baca Juga: Kampanye Cegah Diabetes, Polkesma Kampus Blitar Gelar Lomba Senam Kaki Diabetik
Ia menyarankan agar pelajar membentuk kebiasaan belajar yang berkelanjutan dan terencana, bukan sekadar mengejar nilai. Belajar dengan teratur dan fokus dari awal semester jauh lebih efektif daripada memadatkan semua materi dalam satu malam.
Pesan Maudy: Belajar Bukan Sekadar Nilai
Sebagai alumni dari dua universitas terbaik dunia, Maudy Ayunda tidak hanya menginspirasi lewat prestasi akademik, tapi juga lewat cara berpikirnya. Ia selalu menekankan bahwa belajar bukan sekadar mengejar nilai, tapi proses memahami dunia dan mengembangkan diri.
"Aku percaya bahwa belajar itu harusnya jadi proses yang menyenangkan, bukan menakutkan. Kalau kita tahu cara yang cocok buat diri kita sendiri, belajar bisa jadi hal yang bikin semangat," katanya.
Tips pintar ala Maudy ini bisa jadi solusi bagi banyak pelajar yang merasa kewalahan dengan tugas dan ujian. Dengan fokus saat kelas, melakukan self-diagnostic, dan membentuk kebiasaan belajar yang sehat, proses belajar akan jauh lebih ringan dan bermakna.
Editor : Anggi Septian A.P.