Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dulu Aspal, Kini Sekolah: Bro Ron Kembali Gas Kasus PIP dan Mafia Pendidikan

Anggi Septiani • Kamis, 17 Juli 2025 | 21:25 WIB

Dulu Aspal, Kini Sekolah: Bro Ron Kembali Gas Kasus PIP dan Mafia Pendidikan
Dulu Aspal, Kini Sekolah: Bro Ron Kembali Gas Kasus PIP dan Mafia Pendidikan

BLITAR — Nama Bro Ron kembali menjadi sorotan publik. Setelah sukses menggerakkan masyarakat dalam aksi protes jalan rusak di berbagai wilayah, kini aktivis yang dikenal vokal itu menyoroti isu pendidikan, khususnya dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Peralihan fokus ini bukan tanpa alasan. Bro Ron menyebut mafia pendidikan jauh lebih berbahaya ketimbang jalan berlubang.

Dalam berbagai unggahan media sosialnya, Bro Ron menyoroti kasus dugaan pemotongan dana PIP oleh oknum sekolah. Dana yang semestinya utuh diterima siswa, diduga ditilep dengan berbagai dalih. “Jangan sampai sekolah dijadikan ATM. Dana PIP itu hak anak, bukan alat main oknum!” tegas Bro Ron, dalam salah satu videonya yang viral dan sudah ditonton lebih dari 3 juta kali.

Masih dalam konteks pengawasan program bantuan, Bro Ron menegaskan bahwa praktik culas dalam pencairan dana PIP sering terjadi secara kolektif, terutama saat pandemi Covid-19. Saat itu, pencairan dana kerap diurus oleh pihak sekolah dengan dalih efisiensi, namun nyatanya membuka celah penyalahgunaan.

Baca Juga: Bansos Tunai Cair Serentak Hari Ini, Berikut Daftar dan Mekanisme Penyalurannya

“Banyak siswa tidak tahu besaran bantuan PIP yang mereka terima. Begitu kami tanya, mereka jawab hanya dikasih Rp100 ribu. Padahal dana yang dikirim pemerintah bisa tiga kali lipat,” kata Bro Ron saat konferensi pers bersama sejumlah wali murid di Karawang.

Dari Aspal ke Sekolah: Transformasi Bro Ron

Bro Ron sebelumnya dikenal luas karena kritik tajamnya terhadap infrastruktur jalan rusak. Aksi-aksinya, mulai dari mandi lumpur hingga mogok tidur di jalan, membuat pemerintah daerah tergerak. Tak sedikit kepala daerah yang akhirnya melakukan perbaikan jalan usai disorot olehnya.

Kini, dengan semangat yang sama, Bro Ron mengalihkan perhatiannya ke dunia pendidikan, terutama pada sistem distribusi bantuan. Program PIP yang diinisiasi pemerintah sebagai bentuk jaminan pendidikan bagi keluarga miskin, dianggapnya harus benar-benar diawasi agar tak diselewengkan.

Transformasi perjuangan Bro Ron ini mendapat perhatian luas. Bahkan Wakil Presiden RI dikabarkan menyoroti keberaniannya. Dari kalangan partai politik, dukungan datang dari Gerindra, yang menilai peran masyarakat sipil seperti Bro Ron penting untuk kontrol sosial.

Baca Juga: Gagal Dapat PIP Padahal Miskin? Ternyata Ini Kesalahan Fatal Operator Sekolah

“Broron membawa aspirasi masyarakat yang selama ini takut bersuara. Ia keras, tapi karena keadaan yang mengharuskan,” ujar seorang anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra.

Waspada Modus Modus Baru Penyelewengan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri telah mengakui adanya celah dalam pencairan dana PIP. Modus paling umum adalah pencairan kolektif tanpa transparansi. Selain itu, tidak sedikit wali murid yang tidak paham bahwa dana bisa diambil langsung oleh siswa di bank mitra seperti BRI dan BNI.

Bro Ron menekankan pentingnya edukasi kepada wali murid soal alur pencairan dana PIP. “Kalau orang tua tahu, mereka bisa langsung awasi. Tapi kalau semuanya diurus sekolah, potensi dikorupsi sangat besar,” jelasnya.

Menurut data Kemdikbud, dana PIP ditransfer langsung ke rekening siswa yang telah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan sistem Dapodik. Namun, banyak siswa mengaku tidak tahu bahwa mereka punya rekening bank.

Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Minta Peran Aktif Ortu Awasi Anak di Jam Malam karena Rawan Pergaulan Bebas

Reaksi Guru, Sekolah dan Masyarakat

Gerakan Bro Ron tak lepas dari kontroversi. Sebagian guru merasa tersudut oleh tuduhan generalisasi. Di sisi lain, banyak guru dan kepala sekolah justru mendukung upaya tersebut. Mereka mengakui praktik kecurangan memang terjadi, meski tidak di semua sekolah.

“Kami malu ada oknum guru yang ambil jatah murid. Tapi kami juga minta jangan semua guru disamaratakan,” kata seorang guru di Kabupaten Blitar yang minta identitasnya disamarkan.

Sementara itu, beberapa organisasi profesi seperti PGRI mulai menanggapi keras kritik Bro Ron. Namun Bro Ron bersikukuh bahwa kritiknya ditujukan pada sistem dan oknum, bukan profesi guru secara keseluruhan.

Baca Juga: Gagal Dapat PIP Padahal Miskin? Ternyata Ini Kesalahan Fatal Operator Sekolah

“Justru saya bela guru yang lurus. Jangan karena satu dua oknum, nama baik guru yang benar jadi rusak. Tapi kalau diem saja, korupsi makin jadi-jadi,” ujarnya dalam unggahan terbarunya.

Seruan Moral dan Keadilan

Bro Ron mengajak masyarakat untuk berani bersuara. Ia mendorong para orang tua untuk mengecek apakah anak mereka benar-benar menerima dana PIP dan dalam jumlah yang sesuai. Pemerintah pun didesak untuk membuka data penerima secara transparan.

“Saya bukan politisi, saya hanya ingin keadilan. Dana pendidikan itu bukan untuk dibagi-bagi, itu investasi masa depan bangsa,” kata Bro Ron.

Di akhir pernyataannya, Bro Ron menekankan bahwa perjuangannya tidak akan berhenti. Setelah jalan rusak dan bansos tunai, kini sektor pendidikan menjadi prioritasnya. Ia berharap masyarakat bisa ikut mengawal bersama.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#pip #BRO #Diselewengkan #Dugaan #bongkar #dana #RON #anak #sekolah #oknum #Ini