BLITAR – Suara keprihatinan terhadap fenomena sound horeg yang dinilai mengganggu keheningan di tengah masyarakat mencuat dalam momen memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Kabupaten Blitar.
Tanda pagar (tagar) Save Childrens Ears atau #SaveChildrensEars didengungkan sebagai salah satu bentuk sikap keprihatinan dalam agenda Bocah Dolanan Tradisional, yang digelar di Ngglanuk Spot, Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, pada Minggu (20/7/2025).
Mereka yang hadir antusias membubuhkan tanda tangan dan pesan-pesan menyentuh di atas selembar kain putih, sebagai bentuk keprihatinan terhadap fenomena sound horeg.
Misalnya, merespons pertanyaan "apa yang Anda katakan pada suara sound yang berlebihan di depan anak-anak?".
Jawabannya cukup beragam, seperti jaga kesehatan telingamu, say no to sound horeg, sehat tanpa bising, hingga anak-anak butuh suara yang menyenangkan.
Dalam momen peringatan HAN 2025 ini, harapannya anak-anak bisa terlindungi dari dampak negatif sound horeg.
Bertempat di tepian aliran Kali Semut, dalam agenda Bocah Dolanan Tradisional, anak-anak diajak lebih dekat dengan permainan tradisional, permainan bebas individu, edukasi, hingga berkreasi gawe dolanan.
Mulai pagi hingga siang hari, beberapa permainan tradisional dijalani para peserta yang merupakan anak-anak usia 6-12 tahun.
Misalnya, jamuran, gobak sodor, tikus dan kucing, ular menerobos, egrang, kelereng, dakon, lompat karet, hingga engklek atau gedrik.
“Selain itu, juga ada materi edukasi seputar unggah-ungguh atau tata krama,” ungkap Barek Atmadja, dari Ngglanuk Spot.
Materi edukasi tata krama dinilai penting karena bisa menjadi bekal anak-anak tumbuh kembang di tengah masyarakat. Misalnya, bagaimana anak-anak harus bersikap kepada orang tua, teman, dan masyarakat.
Dalam agenda yang digelar secara gratis ini, selain permainan kelompok dan individu, mereka juga diajak berkreasi melalui sesi gawe dolanan. Yakni, anak-anak diajak membuat mainannya sendiri, seperti dolanan plethokan hingga mahkota dari daun.
Sementara itu, untuk menemani kemeriahan agenda ini, anak-anak juga bisa membeli sajian aneka jajanan tradisional yang disediakan oleh Warung Mbok Yem.
Sebagai bentuk pembelajaran cinta lingkungan, para peserta membawa bekal air minum sendiri sehingga mengurangi limbah kemasan minuman.
Seperti diketahui, agenda Bocah Dolanan Tradisional ini merupakan aksi kolaboratif yang didukung Ngglanuk Spot, Pondok Dheling, Kumpul Bocah Blitar, Ngaji Tani, Padwika, Kedai Sentosa, Bioskop Nanocinema, dan Tantjapan Dadakan. (ynu/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah