Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bullying di Sekolah Jadi Atensi Serius, DP3AP2KB Kota Blitar: Pentingnya Edukasi Sejak Dini lewat Psikolog

M. Subchan Abdullah • Jumat, 25 Juli 2025 | 19:30 WIB

 

 

Pentingnya Edukasi Sejak Dini lewat Psikolog
Pentingnya Edukasi Sejak Dini lewat Psikolog

BLITAR - Upaya pencegahan dan antisipasi terjadinya perundungan di sekolah  gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.

Tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan berbagai kegiatan edukasi sejak dini, yakni sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) digelar.

Misalnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar dengan program Gerakan Anti kekerasan terhadap Anak Indonesia (GAKI) dan Sekolah Bersama Ayah (Sebaya).

Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Parminto mengatakan, kegiatan edukasi ini digelar serentak di semua jenjang lembaga pendidikan yang difokuskan untuk jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK. Materi yang disampaikan antara lain tentang bahaya dan dampak bullying, baik secara verbal maupun fisik.

“Ya, kita memang koordinasi dengan dinas lain, khususnya dinas pendidikan. Karena proses pencegahan berupa adukasi siswa ini harus dilakukan sejak awal para siswa ini di sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, kata Parminto, proses edukasi ini juga mendatangkan narasumber khusus yang memahami masalah perundungan, solusi, dan pencegahannya. Selain itu, dia juga melakukan klusterisasi siswa yang memiliki kecendrungan melakukan tindak bullying ini.

“Kita datangkan narasumber untuk menyampaikan materi tentang pencegahan bullying. Selain itu, kelompok anak-anak yang memiliki kecenderungan mem-bully kita kluster bersama dinas terkait. Selanjutnya, mereka akan mengikuti kegiatan bersama dengan pendampingan psikolog,” ujarnya.

Menurut dia, edukasi dilakukan dengan pendekatan psikologis. Anak-anak dikenalkan pada konsekuensi perbuatan perundungan sejak dini. Contohnya, saat terjadi kasus perundungan di wilayah Kecamatan Doko, para pelaku diketahui melakukan aksi tersebut karena motif balas dendam.

“Di Kota Blitar saat ini tidak ada kasus perundungan berat seperti yang sempat viral di media sosial. Tapi kasus ringan tetap ada, misalnya menarik jilbab atau ejekan verbal, tapi itu tetap sebagai bentuk perundungan meskipun kadarnya kecil,” jelasnya.

Parminto menegaskan bahwa situasi di sekolah-sekolah Kota Blitar masih cukup kondusif. Pemerintah terus berupaya membangun lingkungan belajar yang aman dan ramah anak melalui sinergi program, seperti Sinergi Berlian, yakni aksi dan kolaborasi satukan energi untuk lindungi anak di Kota Blitar.

“Kami tetap fokus melakukan pemantauan, pengawasan, perkembangan para siswa di Kota Blitar. Sehingga potensi-potensi perundungan bisa dicegah sebelum terjadi,” akunya. (mg2/c1/ad) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#blitar #DP3AP2KB #edukasi #bullying #psikolog