Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cuan dari Crypto? Ini Tips Gak Kaleng-Kaleng Buat Pemula Biar Gak Boncos Tapi Dapat Uang Tambahan

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Selasa, 5 Agustus 2025 | 15:30 WIB
Anak muda Blitar makin penasaran dengan dunia crypto. Banyak yang berharap bisa dapat uang tambahan dari trading aset digital. Tapi, menurut konten kreator finansial Timothy Ronald, crypto bukan jalan
Anak muda Blitar makin penasaran dengan dunia crypto. Banyak yang berharap bisa dapat uang tambahan dari trading aset digital. Tapi, menurut konten kreator finansial Timothy Ronald, crypto bukan jalan

BLITAR – Anak muda Blitar makin penasaran dengan dunia crypto. Banyak yang berharap bisa dapat uang tambahan dari trading aset digital. Tapi, menurut konten kreator finansial Timothy Ronald, crypto bukan jalan instan menuju kaya. Justru, kalau asal nyemplung tanpa ilmu, yang ada malah boncos berkali-kali.

Bagi Timothy, trading crypto itu ibarat “infinite game” yang bisa ditekuni seumur hidup. Tapi syaratnya jelas: harus belajar, tahan banting, dan tahu kapan harus sabar. Semua itu demi satu tujuan: uang tambahan yang stabil, bukan mimpi cepat tajir.

“Crypto itu bukan buat yang niat main seminggu dua minggu. Tapi buat yang siap belajar puluhan jam, gagal, dan bangkit lagi. Kalau berhasil, hasilnya bisa jauh lebih besar dari direktur bank,” ujar Timothy dalam salah satu videonya.

Baca Juga: Dari Facebook ke TikTok: Strategi Petani Koi Blitar Bangkitkan Pasar yang Mulai Lesu

Jangan Langsung Gas, Kenali Dulu Dunning-Kruger Effect

Salah satu jebakan pemula di dunia crypto adalah terlalu percaya diri di awal. Timothy menyebut ini sebagai efek Dunning-Kruger, di mana orang baru merasa sudah tahu segalanya, padahal baru belajar permukaan.

“Biasanya yang baru beli koin, terus harga naik 5 persen, langsung ngerasa jago banget. Padahal itu mah hoki. Pas market turun, langsung panik jual rugi,” jelasnya.

Maka, langkah pertama sebelum masuk ke dunia crypto bukan buka aplikasi trading, tapi belajar dasar-dasarnya dulu. Pahami dulu apa itu blockchain, tokenomics, risiko volatilitas, dan cara baca tren.

Baca Juga: Kelurahan Klampok Blitar Masuk 5 Besar Nasional Program Pangan Aman, Ini Kata Pak Lurah

Mulai dari Nominal Kecil, Jangan FOMO

Banyak pemula yang tergoda narasi “cuan besar dari modal kecil”. Timothy tidak menampik bahwa hal itu mungkin terjadi, tapi tetap harus realistis. Ia menyarankan untuk memulai dari jumlah uang yang siap hilang, bukan semua tabungan.

“Kalau lo punya uang Rp2 juta, mulai dari Rp200 ribu aja. Anggap itu biaya belajar. Kalau hilang, lo masih bisa tidur nyenyak,” katanya.

Selain itu, jangan mudah FOMO (Fear of Missing Out) saat lihat orang lain posting cuan gede. Ingat, jarang ada yang posting kerugiannya. Fokus pada progres sendiri dan jangan ikut-ikutan tanpa riset.

Baca Juga: Hari Jadi ke-701 Blitar Diawali Bedhol Pusaka Hari Ini, Ini Sejumlah Rangkaian Prosesinya

Gabung Komunitas, Belajar dari yang Udah Gagal Duluan

Timothy juga menyarankan pemula untuk bergabung dengan komunitas belajar crypto. Di sana, kita bisa dapet insight dari trader yang udah pengalaman jatuh bangun. Bahkan, banyak yang bersedia share strategi dan portofolio mereka.

“Gue punya komunitas gratis. Di situ lo bisa lihat testimoni orang yang gagal, terus bangkit. Dan itu lebih penting dari sekadar lihat orang pamer profit doang,” ujarnya.

Dengan komunitas, kamu juga bisa diskusi soal tren, project yang lagi naik daun, hingga belajar spotting narasi besar—misalnya soal crypto gaming, cyber security, atau AI tokens.

Baca Juga: Minat Parkir QRIS di Kabupaten Blitar Masih Rendah, Dishub Ungkap Penyebabnya

Pakai Tools & Teknologi, Biar Gak Asal Tebak

Crypto bukan sekadar beli koin dan berharap naik. Timothy menyarankan pemula untuk pakai tools analisis seperti TradingView, CoinMarketCap, dan bahkan bantuan AI untuk memahami pola.

“Kalau males riset manual, lo bisa pakai ChatGPT buat bantu breakdown project. Tanya aja, ini koin apa, roadmap-nya gimana, ada resiko apa. Biar gak asal beli koin karena influencer,” sarannya.

Gunakan juga fitur alert harga, indikator moving average, dan belajar teknik sederhana kayak support-resistance. Dengan begitu, keputusan kamu lebih berbasis data, bukan emosi.

Baca Juga: Fantastis, Perputaran Uang Program ASN Blitar Belanja di Pasar Tradisional Tembus Rp 1 M dalam Sehari

Dari Uang Tambahan Jadi Penghasilan Utama? Bisa, Tapi Bertahap

Banyak anak muda sekarang tertarik menjadikan trading crypto sebagai sumber uang tambahan, dan bahkan penghasilan utama. Menurut Timothy, itu mungkin, asal mindset-nya dibenahi sejak awal: anggap ini maraton, bukan sprint.

“Gue kenal orang yang mulai dari Rp500 ribu, sekarang udah bisa hasilin puluhan juta per bulan. Tapi itu perjalanan bertahun-tahun. Bukan dalam waktu semalam,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi, jangan semua duit dimasukin ke crypto. Sisakan untuk tabungan darurat, investasi jangka panjang, dan kebutuhan harian.

Baca Juga: Siap-siap Suasana Berbeda, Pemkot Blitar Ubah Format Upacara HUT ke-80 RI di Alun-Alun

Bukan Jalan Cepat Kaya, Tapi Jalan Cerdas

Crypto memang penuh potensi. Tapi tanpa pemahaman yang cukup, potensi itu justru berubah jadi risiko besar. Makanya, Timothy mengajak anak muda—termasuk di Blitar—untuk berhenti cari jalan instan dan mulai bangun pondasi finansial yang kuat lewat edukasi.

“Jangan pengin kaya dari crypto, tapi gak mau belajar. Jangan pengin cuan, tapi gak ngerti resikonya. Kalau mindset lo udah bener, uang tambahan dari crypto itu bisa banget kejadian,” pungkasnya.

Kalau kamu tertarik belajar lebih dalam tentang crypto, Timothy membuka komunitas edukasi gratis di Discord. Di sana, kamu bisa bertemu trader pemula dan senior, belajar bareng, dan menghindari jebakan boncos yang banyak dialami pemula.

Ingat, market akan selalu ada. Tapi kesempatan terbaik datang buat mereka yang sabar, siap, dan terus belajar.

Editor : Anggi Septian A.P.
#uang tambahan #Timothy Ronald