Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Antisipasi Perundungan di Sekolah, Diskominfotik Kota Blitar Siap Dilibatkan Integrasikan Kamera CCTV

M. Subchan Abdullah • Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:30 WIB
Antisipasi Perundungan di Sekolah, Diskominfotik Kota Blitar Siap Dilibatkan Integrasikan Kamera CCTV
Antisipasi Perundungan di Sekolah, Diskominfotik Kota Blitar Siap Dilibatkan Integrasikan Kamera CCTV

BLITAR – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk memperkuat pengawasan di lingkungan sekolah mendapat dukungan dari dinas komunikasi, informatika, statistik, dan persandian (diskominfotik).

Diskominfotik siap jika dilibatkan dalam proses integrasi kamera pengawas (CCTV) sekolah ke sistem pemantauan terpusat milik pemerintah.

Kepala Diskominfotik Kota Blitar, Mujianto, mengatakan bahwa telah berkoordinasi dengan Wali Kota Blitar yang ingin meningkatkan kontrol terhadap aktivitas siswa melalui pengawasan berbasis teknologi.

Tujuannya untuk mencegah aksi perundungan atau bullying yang kerap terjadi tanpa sepengetahuan guru maupun pihak sekolah.

“Kami siap jika diajak berkolaborasi. Namun, kami menekankan bahwa tugas kami lebih pada aspek integrasi jaringan CCTV, bukan pengadaan alat,” jelasnya.

Secara umum, jelas dia, mayoritas sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Blitar –baik negeri maupun swasta– telah memiliki fasilitas CCTV di lingkungan sekolah.

Meski demikian, diskominfotik belum dapat memastikan apakah jumlah kamera yang terpasang dan titik penempatannya sudah sesuai dengan kebutuhan pengawasan yang ideal.

“Sebagian besar sekolah sudah punya CCTV. Tapi apakah jumlahnya mencukupi dan penempatannya efektif, itu perlu ditinjau ulang,” imbuhnya.

Dalam rencana integrasi ini, kamera CCTV yang ada di sekolah akan terhubung ke pusat pemantauan diskominfotik.

Selain itu, dinas pendidikan (dispendik) juga bisa diberikan akses terbatas untuk memantau aktivitas di sekolah, terutama oleh kepala dinas atau pejabat tertentu yang berkewenangan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya bergantung pada kehadiran guru secara fisik.

Teknologi juga bisa menjadi alat bantu yang efektif, khususnya untuk mengontrol area rawan di luar kelas maupun saat jam istirahat.

“Selama ini fungsi CCTV di sekolah masih sebatas pengawasan internal. Ke depan, kami harap bisa menjadi alat deteksi dini untuk mencegah kekerasan atau perilaku menyimpang lainnya di kalangan siswa,” tandasnya. (sub/c1/ady) (*)

Baca Juga: Ritual Ngalap Berkah, Nilai Spiritual Budaya Lokal yang Masih Lestari di Tulungagung

Editor : M. Subchan Abdullah
#kamera #perundungan #cctv #Kota Blitar #sekolah #Diskominfotik