RADAR BLITAR - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikologi Islam menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Mbiyantu Desa Ngrumat Jiwa: Hambangun Kesejahteraan Psikologis Warga Saking Edukasi Mental”.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan ilmu psikologi dan membantu mengatasi permasalahan di desa melalui pendekatan psikologis.
Kegiatan ini diprakarsai dan diselenggarakan oleh HMPS Psikologi Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Rieska Dwi Susanti selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa persiapan kegiatan ini memakan waktu kurang lebih 2 bulan, dimulai sejak bulan Mei.
Peserta kegiatan ini adalah warga Desa Ringinanyar, dengan dukungan dari perangkat desa. Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari di perkuliahan.
Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ringinanyar. Acara penutupan dan pentas seni oleh anak-anak serta panitia diadakan di halaman pendopo kantor desa.
Pengabdian masyarakat ini berlangsung selama tujuh hari, dimulai dari tanggal 20 hingga 27 Agustus.
Desa Ringinanyar dipilih karena masih banyak masyarakatnya yang mengaitkan gangguan psikis dengan hal-hal mistis atau non-medis.
Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan edukasi kesehatan mental. Kegiatan ini hadir untuk memberikan pemahaman psikologis yang tetap menghargai kearifan lokal.
HMPS Psikologi Islam merancang serangkaian acara komprehensif, mulai dari pembukaan, seminar dengan tema “Sehat Jiwa, Hidup Bahagia: Merawat Jiwa untuk Ringinanyar yang Sehat dan Bahagia”, anjangsana dengan warga, mengajar di tingkat TK, SD, dan TPA, membantu UMKM telur asin dan kulit patin hingga kegiatan sosial seperti bersih-bersih masjid dan candi.
Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo Blitar Ditutup Selama 3 Hari, Ini Penyebabnya
Kegiatan juga diselingi dengan hiburan seperti nonton bareng tim nasional (timnas) di lapangan desa Ringinanyar dan diakhiri dengan acara penutup berupa pentas seni oleh anak – anak TK, SD dan panitia penyelenggara. Menurut Pak Bowo (warga desa Ringinnyar), warga menyambut baik kegiatan ini.
"Kami senang dan terbuka untuk mahasiswa yang ingin belajar di desa kami. Kami harap kegiatan ini bermanfaat, apalagi kali ini banyak membahas mengenai psikologi yang saya rasa perlu dan penting untuk warga desa yang masih awam," ungkapnya. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.