BLITAR – Siapa bilang belajar menghadapi soal TIU SKD-CPNS 2025 harus mahal? Mantap U Academy by Jerome Polin justru bikin gebrakan dengan tarif Rp30 ribu per sesi.
Harga itu bikin banyak orang terheran-heran. Pasalnya, jumlahnya bahkan lebih murah dibanding segelas kopi kekinian yang biasa dipesan anak muda di kafe.
Jerome dan Billy sengaja menekankan konsep “belajar murah meriah” agar semua orang bisa mempersiapkan ujian CPNS tanpa terbebani biaya.
Program ini pun langsung viral. Ribuan calon peserta CPNS melihat peluang emas: uang Rp30 ribu bisa dipakai untuk ngopi sejam, atau dipakai buat belajar soal yang bisa menentukan masa depan.
Khususnya untuk soal TIU SKD-CPNS 2025, peserta disuguhi trik cepat ala Jerome. Mulai dari aritmetika dasar, persentase, pecahan, hingga logika pekerjaan. Semua diajarkan dengan gaya santai.
Billy menambahkan, materi disusun sepraktis mungkin. “Kita mau bikin anak-anak itu sadar, dengan harga murah mereka dapat akses ilmu yang bisa mengubah hidup,” katanya.
Bandingkan dengan bimbel konvensional yang bisa mematok harga ratusan ribu sekali pertemuan. Tak heran banyak peserta CPNS merasa lebih nyaman ikut Mantap U Academy.
Apalagi, suasana kelasnya jauh dari kata membosankan. Jerome dan Billy sering melontarkan candaan saat membahas soal sulit, membuat suasana mirip stand up comedy.
Peserta pun merasa belajar CPNS bukan lagi aktivitas kaku, melainkan hiburan sekaligus investasi masa depan.
“Bayar Rp30 ribu, dapat ilmu, ketawa, plus trik rahasia CPNS. Worth it banget,” ujar salah satu peserta. Metode penyampaian yang santai ternyata membuat materi lebih mudah diingat. Analogi makanan, cerita sehari-hari, sampai perumpamaan absurd dipakai untuk menjelaskan soal pecahan atau logika.
Tak heran, banyak peserta mengaku baru sadar kalau matematika dan logika bisa dipelajari dengan cara fun. “Selama ini kalau belajar soal CPNS rasanya kaku. Di sini malah jadi ketagihan,” tambahnya.
Meski murah, kualitas tetap jadi perhatian utama. Jerome menegaskan semua soal yang dibahas disesuaikan dengan tren terbaru seleksi CPNS, termasuk pola-pola yang kerap muncul. “Biar peserta nggak kaget. Kalau nemu soal mirip di ujian, mereka bisa langsung tahu cara cepatnya,” ujar Jerome.
Selain soal TIU SKD-CPNS 2025, peserta juga diberi simulasi manajemen waktu. Hal ini penting karena banyak yang gagal CPNS akibat kehabisan waktu, bukan karena tidak bisa mengerjakan. Program ini semakin relevan di tengah budaya nongkrong yang sering jadi prioritas anak muda. Mantap U Academy seakan mengajak mereka berpikir ulang: masa depan atau segelas kopi?
Di media sosial, perbandingan ini jadi bahan satir yang ramai dibicarakan. “Ngopi sejam cuma bikin mata melek. Belajar sejam bisa bikin gaji tetap seumur hidup,” tulis salah satu netizen.
Komentar-komentar lain juga penuh dukungan. Banyak yang menyebut langkah Jerome dan Billy sebagai cara cerdas mendekatkan pendidikan dengan realitas anak muda.
Kehadiran kelas murah ini juga membuktikan bahwa persiapan CPNS tidak harus mahal. Akses pendidikan yang terjangkau bisa jadi kunci pemerataan kesempatan.
Bagi peserta, pilihan sederhana ini bisa jadi titik balik. Dengan investasi seharga segelas kopi, mereka berpeluang meraih status ASN yang diidamkan.
Meski begitu, kuota kelas tetap terbatas. Mantap U Academy membatasi jumlah peserta agar interaksi tetap terjaga.
Peserta bisa bertanya langsung tanpa harus bersaing dengan ratusan orang lain. Faktor FOMO pun muncul. Banyak peserta buru-buru mendaftar agar tidak kehabisan slot. “Kalau nunggu-nunggu, bisa habis duluan. Padahal CPNS sudah dekat,” ujar seorang pendaftar.
Fenomena ini menegaskan tren baru di dunia bimbel: belajar harus murah, interaktif, dan menyenangkan. Mantap U Academy berhasil memadukan semua unsur tersebut.
Pada akhirnya, keputusan ada di tangan peserta.
Mau menghabiskan Rp30 ribu untuk kopi, atau menginvestasikannya untuk masa depan lewat bimbingan CPNS?
Jerome menutup dengan kalimat yang kini jadi slogan viral. “Kopi bisa bikin segar sejam, belajar bisa bikin hidup segar puluhan tahun.”