BLITAR - Mempersiapkan anak didik sesuai dengan permintaan dari dunia kerja menjadi salah satu tanggung jawab lembaga pendidikan.
Misalnya, sebagai seorang operator alat berat di sekolah menengah kejuruan ini, ada ekstrakurikuler (ekskul) operator teknik alat berat (TAB).
Mereka diajak praktik langsung mengoperasikan ekskavator Komatsu tipe PC78 UU-6 sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.
Melalui ekskul ini, siswa dilatih mampu menunjukkan kemampuan dasar pengoperasian lever pedal, menunjukkan kemampuan dasar loading tanpa beban dan berbeban, hingga menunjukkan kemampuan dasar pembuatan tanggul.
Mulai Senin hingga Sabtu, peserta ekskul ini mendapatkan pendampingan langsung dari pelatih Mirza Alfadanu.
Banyak manfaat yang dirasakan peserta ekskul ini, seperti mampu menambah jam operator (time sheet) yang dapat membantu mereka saat tes pekerjaan, mengembangkan cara mengoperasikan ekskavator yang aman sesuai standar operasional prosedur.
“Hal yang utama adalah durasi lamanya dalam mengoperasikan ekskavator,” jelas guru TAB, Ilham Akbar SPd.
Di SMK yang berada di Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, ekskul operator TAB sudah berdiri 2024 lalu dan mendapatkan respons positif.
Mereka yang berminat dalam pengoperasian alat berat tertarik, aktif belajar, hingga akhirnya terampil dalam mengoperasikan ekskavator.
Selama ini, ekskul ini diikuti oleh anak didik dari kelas XI TAB dan XII TAB. Mereka mendapatkan pengalaman yang menarik karena memiliki jam operasional dalam pengoperasian alat berat seperti yang dibutuhkan di lingkungan kerja.
Di sekolah yang dipimpin Kepala SMK PGRI Wlingi, Drs Bambang Setiyono ST MPd ini, terdapat 14 ekskul untuk menyalurkan bakat dan minat anak didik.
Yakni, tari, futsal, sepak bola, badminton, voli, PMR, pencinta alam, tenis meja, karawitan, operator TAB, seni rupa, hadrah, paskibra, dan jurnalistik. (apr/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah