Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perjuangan Dapat Beasiswa Indonesia Maju ke University of Toronto

Axsha Zazhika • Rabu, 3 September 2025 | 02:00 WIB
Perjuangan Dapat Beasiswa Indonesia Maju ke University of Toronto
Perjuangan Dapat Beasiswa Indonesia Maju ke University of Toronto

BLITAR – Perjalanan meraih Beasiswa Indonesia Maju University of Toronto penuh drama. Dari persiapan kilat, wawancara mendadak, hingga perjuangan menyiapkan esai, semuanya dilalui dengan penuh tantangan.

Program beasiswa ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tahun 2021 lalu menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Beasiswa Indonesia Maju dibuka untuk jenjang S1, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Kesempatan itu langsung dimanfaatkan seorang pelajar asal Indonesia. Ia berhasil menembus University of Toronto, universitas terbaik di Kanada yang menempati peringkat ke-16 dunia versi US News. Capaian ini sekaligus membuktikan kerja keras dan dedikasi yang tidak sia-sia.

Undangan Mendadak

Semua berawal pada 27 November 2021. Lewat pesan WhatsApp dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), ia menerima undangan untuk mengikuti seleksi Beasiswa Indonesia Maju. Informasi itu datang begitu mendadak. Bahkan sehari setelahnya, 28 November, langsung ada sosialisasi dan pembukaan pendaftaran.

Pendaftaran ditutup pada 3 Desember 2021. Artinya, ia hanya punya waktu kurang dari sepekan untuk melengkapi semua dokumen dan menulis esai. Padahal saat itu dirinya juga tengah disibukkan dengan ujian akhir semester dan persiapan pelatihan nasional.

“Awalnya saya tidak percaya. Kok bisa ada beasiswa penuh ke luar negeri untuk S1. Tapi setelah baca booklet panduan, ternyata benar-benar ada,” ungkapnya.

Esai Penentu

Dalam proses seleksi, esai menjadi bagian paling penting. Ada tiga pertanyaan utama yang harus dijawab. Pertama tentang passion, mengapa hal itu berpengaruh pada pilihan studi, dan bagaimana kaitannya dengan masa depan. Kedua soal pengalaman kepemimpinan, kegiatan ekstrakurikuler, serta kontribusi sosial budaya. Ketiga mengenai rencana kontribusi untuk Indonesia di masa depan.

Setiap esai harus ditulis dalam bahasa Inggris dengan panjang 200–300 kata. Tantangannya adalah bagaimana bisa menuliskan pengalaman singkat menjadi narasi yang kuat dan meyakinkan.

“Kalau hanya nilai akademis, banyak siswa lain yang punya angka bagus. Yang bisa membedakan justru pengalaman dan cara kita menuliskannya dalam esai,” jelasnya.

Wawancara Mengejutkan

Setelah melewati tahap administrasi, pengumuman lolos diumumkan pada 5 Desember 2021. Namun, belum sempat lega, dirinya langsung mendapat jadwal wawancara sehari setelahnya, 6 Desember.

Bayangkan, hanya ada satu malam untuk mempersiapkan diri. Ia akhirnya mencari referensi di YouTube tentang pertanyaan yang sering muncul dalam wawancara beasiswa. Semua jawaban disusun dalam bahasa Inggris.

“Untungnya pewawancara sangat baik. Ada dua orang, dan mereka membuat suasana lebih santai. Jadi saya bisa menjawab lebih lancar,” kenangnya.

Lolos Pembinaan

Tanggal 10 Desember 2021 menjadi hari bersejarah. Ia diumumkan lolos ke tahap berikutnya: pembinaan. Pada fase ini, pemerintah memberikan berbagai pelatihan, termasuk cara membuat esai, menyiapkan dokumen aplikasi ke universitas, hingga kursus IELTS gratis.

Seluruh biaya persiapan ditanggung penuh. Bahkan biaya ujian IELTS pun dibayarkan pemerintah. Ini sangat membantu karena biaya tes internasional tersebut tidak murah.

Awalnya, ia ingin mendaftar ke beberapa kampus di Amerika dan Singapura. Namun karena keterbatasan waktu, akhirnya hanya satu universitas yang berhasil ia daftar: University of Toronto. Keputusan itu tepat. Ia resmi diterima dan berangkat kuliah pada 8 September 2022.

Nilai Beasiswa Fantastis

Dari surat sponsorship, tertera jelas seluruh biaya yang ditanggung. Ada biaya pendidikan seperti tuition fee, book allowance, hingga thesis dan seminar internasional. Selain itu, ada biaya nonpendidikan berupa living allowance bulanan, tiket pesawat pulang pergi, asuransi kesehatan, visa, hingga settlement allowance saat pertama kali tiba di Kanada.

Jika ditotal selama empat tahun, nilainya mencapai Rp4,14 miliar. Jumlah fantastis yang sulit diperoleh tanpa dukungan pemerintah.

Motivasi untuk Generasi Berikutnya

Kini, program Beasiswa Indonesia Maju sudah kembali dibuka untuk angkatan berikutnya. Bedanya, jika angkatan pertama hanya terbuka bagi finalis olimpiade KSN dan Kopsi, maka mulai angkatan kedua sudah dibuka untuk umum.

Bagi siswa SMA yang ingin mencoba, ada sejumlah tips dari penerima beasiswa ini. Pertama, aktiflah dalam berbagai kegiatan. Lomba, organisasi, hingga kegiatan sosial akan menjadi modal berharga. Kedua, latih kemampuan menulis esai. Pastikan bisa menunjukkan keunikan dan rencana kontribusi bagi Indonesia. Ketiga, persiapkan diri untuk wawancara berbahasa Inggris.

“Nilai bagus itu wajar. Tapi pengalaman, esai, dan kepribadian yang membedakan kita dari pelamar lain,” pesannya.

Mimpi yang Jadi Nyata

Sejak lama ia bermimpi kuliah di luar negeri. Namun, biaya yang mahal membuatnya sempat pesimis. Beasiswa ini menjadi jalan untuk mewujudkan cita-cita.

“Jujur, saya dulu pikir mustahil bisa kuliah S1 di luar negeri. Tapi dengan Beasiswa Indonesia Maju, akhirnya saya bisa. Yang penting jangan menyerah, selalu coba, dan do your best,” pungkasnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#beasiswa Indonesia Maju #pendidikan #lpdp #University of Toronto