Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Generasi Muda Blitar Bikin Festival Maulid Nabi Lebih Kreatif dan Meriah

Findika Pratama • Rabu, 3 September 2025 | 15:30 WIB
Generasi Muda Blitar Bikin Festival Maulid Nabi Lebih Kreatif dan Meriah
Generasi Muda Blitar Bikin Festival Maulid Nabi Lebih Kreatif dan Meriah

BLITAR – Perayaan Maulid Nabi di Blitar tahun ini terasa berbeda. Jika biasanya hanya diisi pengajian dan tumpengan, kini generasi muda mulai menghadirkan ide-ide kreatif agar acara lebih meriah dan menarik bagi kalangan milenial.

Festival Maulid Nabi yang digelar di alun-alun Kabupaten Blitar, akhir pekan lalu, misalnya. Acara tersebut tidak hanya menghadirkan pembacaan shalawat, tetapi juga parade musik islami, lomba konten dakwah kreatif, hingga bazar UMKM.

Antusiasme masyarakat luar biasa. Ratusan anak muda tampak memenuhi area festival, ikut bershalawat sambil mendokumentasikan momen lewat ponsel mereka. Suasananya lebih hidup, tanpa kehilangan nuansa religius.

Ketua panitia, Rizki Setiawan, mengaku sengaja merancang konsep berbeda agar Maulid Nabi lebih dekat dengan generasi muda. “Kami ingin mereka bangga ikut merayakan. Dengan cara ini, cinta Rasulullah bisa tumbuh tanpa kesan kaku,” ujarnya.

Selain lomba konten dakwah, ada juga mural bertema kisah Nabi Muhammad SAW yang dibuat oleh komunitas seni lokal. Karya-karya itu menjadi spot foto populer bagi pengunjung.

“Maulid Nabi itu bukan hanya tradisi lama, tapi bisa dikemas modern. Intinya bagaimana semangat dakwah dan kecintaan pada Nabi bisa tersampaikan,” tambah Rizki.

Pemerintah Kabupaten Blitar menyambut baik inisiatif tersebut. Wakil Bupati Rahmat Santoso menilai, festival kreatif semacam ini bisa membuat anak muda lebih aktif dalam kegiatan keagamaan.

“Biasanya Maulid identik dengan orang tua, sekarang justru didominasi generasi muda. Ini perkembangan positif,” katanya.

Menurut Rahmat, generasi muda punya peran besar dalam menjaga tradisi Islam agar tetap relevan. Dengan sentuhan kreatif, Maulid Nabi bisa sekaligus menjadi sarana promosi budaya dan ekonomi lokal.

Sejumlah UMKM lokal pun merasakan manfaat dari festival ini. Stand kuliner dan kerajinan ramai dikunjungi. Bahkan beberapa produk habis terjual sebelum acara selesai.

“Senang sekali bisa ikut. Dagangan cepat laris, suasananya juga penuh berkah,” ujar Siti, pedagang kue tradisional.

Para peserta lomba konten dakwah juga antusias. Mereka membuat video pendek berisi pesan moral dari kisah Nabi. Karya terbaik ditayangkan di layar besar saat acara berlangsung.

Hal ini membuat Maulid Nabi terasa lebih dekat dengan dunia digital yang akrab bagi generasi Z. Bahkan beberapa video viral di media sosial dengan ribuan penonton.

Pengamat budaya, Anis Fathoni, menilai festival semacam ini sebagai bentuk adaptasi tradisi. “Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman, anak muda bisa merasa jauh dari tradisi. Justru dengan pendekatan kreatif, Maulid bisa terus lestari,” ujarnya.

Namun begitu, sebagian kalangan tetap mengingatkan agar esensi Maulid Nabi tidak hilang. Pengajian dan shalawat harus tetap menjadi inti, sementara hiburan hanya sebagai pelengkap.

Ustaz Ali Mustofa, salah satu penceramah, mengingatkan bahwa kreativitas boleh saja, asal tidak menggeser tujuan utama. “Jangan sampai terjebak hanya pada festival, tetapi melupakan keteladanan Nabi,” pesannya.

Meski begitu, anak muda Blitar membuktikan bahwa mereka bisa menyeimbangkan. Festival tetap diawali dengan doa dan kajian sirah Nabi. Baru setelah itu acara hiburan digelar.

Bagi pengunjung, suasana semacam ini justru membuat mereka betah. “Saya biasanya jarang ikut Maulid. Tapi kalau konsepnya kayak gini, seru banget. Jadi lebih semangat ikut pengajian,” kata Dwi, mahasiswa asal Udanawu.

Tradisi Maulid Nabi di Blitar pun kini punya wajah baru. Bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum kreatif yang menyatukan dakwah, budaya, dan ekonomi.

Dengan demikian, generasi muda berhasil memberi warna segar. Mereka tidak hanya menjaga tradisi, tapi juga membuatnya relevan dengan zaman.

Jika tren ini terus berlanjut, Maulid Nabi bukan hanya menjadi perayaan spiritual, tapi juga festival budaya keislaman yang mendunia.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#generasi muda #blitar #maulid naabi #tradisi islam #sejarah islam