Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Cerita Alumni SMKN 1 Blitar Juara Lomba Otomotif Level ASEAN di Manila Filipina

Rahma Nur Anisa • Senin, 8 September 2025 | 20:00 WIB
GENERASI EMAS: Andrea Micola Syifa Riady tengah bekerja keras menyelesaikan tugas lomba otomotif di Manila, Filipina, beberapa waktu lalu.
GENERASI EMAS: Andrea Micola Syifa Riady tengah bekerja keras menyelesaikan tugas lomba otomotif di Manila, Filipina, beberapa waktu lalu.

BLITAR - Hiruk-pikuk industri otomotif kian kompetitif, cerita inspiratif itu lahir dari sudut Pulau Jawa.

Andrea Micola Syifa Riady, pemuda warga Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, berhasil mengukir namanya dalam sejarah kebanggaan nasional dengan meraih juara 3 pada cabang lomba Automobile Technology di ajang Wordskill ASEAN Competition 2025, di Manila, Filipina.

Ya, pencapaian gemilang ini menjadi representasi nyata dari kekuatan pendidikan vokasi Indonesia yang mampu bersaing hingga tingkat ASEAN.

Dia sukses meraih medali perunggu di kompetisi otomotif bergengsi bertajuk Wordskill ASEAN Competition ke-14.

Alumnus SMKN 1 Blitar jurusan Teknik Otomotif, yang kini menempuh studi S-1 Pendidikan Teknik Otomotif di Universitas Negeri Malang, ini membuktikan bahwa mimpi besar dapat terwujud melalui dedikasi dan kerja keras yang konsisten.

Perjalanan Micola menuju kompetisi internasional dimulai sejak kelas X melalui program Uji Tingkat Kompetensi (UTK) yang dilaksanakan untuk menjaring seluruh siswa yang kompeten.

Program ini bekerja sama dengan Mitsubishi School Program (MSP) di SMKN 1 Blitar.

Setelah meraih nilai terbaik di angkatannya, dia kemudian mendapat utusan untuk mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Jawa Timur pada April 2024.

Pada lomba tersebut, Micola berhasil menyabet urutan pertama. Secara otomatis, pemuda 19 tahun ini mewakili Jawa Timur untuk berkompetisi skala nasional.

Kemenangan di tingkat provinsi membuka jalan bagi Micola ke LKS Nasional di Lampung. Lagi-lagi dia mendapat medali emas sebagai penghargaan.

Prestasi ini kemudian menjadikannya terpilih mewakili Indonesia dalam kompetisi tingkat ASEAN melalui seleksi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang melibatkan tidak hanya siswa SMK, tetapi juga diler dengan batasan umur tertentu.

Baca Juga: Pemkab Blitar Punya PR Besar Tekan Kasus Bayi Prematur, Ini Data Angka Kematian Ibu

"Tantangan terbesar adalah ketika unit kendaraan yang digunakan untuk kompetisi berbeda dari kisi-kisi yang ada, ditambah persiapan mental yang diperlukan," ungkap Micola mengenai pengalamannya di Manila, saat dihubungi Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (4/9/2025) pekan lalu.

Perubahan mendadak ini menguji kemampuan adaptasi dan fleksibilitas teknis yang selama ini diasahnya.

Keberhasilan Micola tidak lepas dari konsistensi latihan yang ia jalani selama bertahun-tahun, ditambah dukungan penuh dari berbagai pihak.

Keluarga yang selalu memberikan semangat, teman-teman yang menjadi motivator, hingga guru pembimbing yang senantiasa membimbing dengan sabar. Semuanya berperan dalam membentuk karakter juara ini.

SMKN 1 Blitar sendiri memiliki rekam jejak yang mengesankan, yakni dengan 7 kali meraih juara 1 dalam ajang LKS tingkat daerah sejak 2020. Sistem pelatihan berkelanjutan yang diterapkan sekolah melibatkan guru pembimbing, Dodik Wayan, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), telah terbukti melahirkan bibit-bibit unggul yang mampu berkompetisi hingga tingkat internasional.

Pencapaian Micola menunjukkan potensi besar sumber daya manusia (SDM) vokasi Indonesia dalam mengisi kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang pesat.

Di era teknologi otomotif berevolusi menuju kendaraan listrik dan sistem otomatis, kebutuhan akan tenaga ahli yang kompeten semakin meningkat.

Secara sosial, prestasi ini juga membuktikan transformasi paradigma masyarakat terhadap pendidikan vokasi.

Jalur pendidikan yang dulu sering dianggap sebagai "alternatif kedua", kini telah berevolusi menjadi jalur unggulan untuk meraih prestasi dan kesuksesan karier.

Micola meninggalkan pesan berharga bagi generasi muda untuk tidak takut mencoba hal baru, jangan berhenti belajar, jangan pantang menyerah, dan yang paling penting, pesan untuk mencintai diri sendiri.

Filosofi sederhana namun mendalam ini menjadi kunci kesuksesan yang dapat diteladani generasi muda Indonesia.

Dengan cita-cita menjadi ahli teknologi otomotif, perjalanan Micola baru saja dimulai. Prestasinya di Manila bukan titik akhir, melainkan batu loncatan menuju impian yang lebih besar.

Kisahnya menginspirasi bahwa dengan tekad yang kuat, dukungan yang tepat, dan kerja keras yang konsisten, siswa Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di kancah internasional.

Nama Andrea Micola Syifa Riady kini terukir dalam sejarah kebanggaan Blitar, Jawa Timur, dan Indonesia.

Sebuah bukti nyata bahwa dari sudut mana pun di Nusantara, bintang-bintang prestasi dapat lahir dan bersinar terang di panggung dunia. (*/c1/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#alumni #juara #asean #lomba otomotif #manila filipina #SMKN 1 Blitar