BLITAR-Kuota KIP Kuliah di beberapa PTN ternyata sangat terbatas pada 2025. Hal ini membuat banyak pelamar yang sebenarnya layak gagal diterima.
"Masih banyak PTN yang kuota KIP Kuliahnya kurang. Jadi, pelamar harus benar-benar mengikuti alur pendaftaran," kata narasumber dari tim edukasi KIP Kuliah.
Setiap calon penerima wajib menyelesaikan pendaftaran dari akun SNPMB, daftar SNBP atau SNBT, hingga sinkronisasi dengan website KIP Kuliah. Kesalahan sedikit saja berisiko gagal terdeteksi.
PTN besar seperti UI, ITB, UGM, UNAIR, ITS, dan UNDIP biasanya memiliki kuota cukup luas. Namun kampus lain seperti UNESA, Universitas Negeri Lampung, dan Siah Kuala lebih ketat.
Pendaftaran KIP Kuliah dilakukan 3–17 Februari 2025. Pelamar baru harus membuat akun baru, sedangkan alumni gap year cukup memperbarui akun lama dari nol, termasuk SKTM dan pas foto terbaru.
Pelamar yang gagal sinkronisasi dengan website SNBP atau SNBT tidak akan terdaftar sebagai penerima meski diterima di PTN. Banyak calon mahasiswa menganggap punya KIP otomatis menjamin lolos, padahal tidak.
Selain verifikasi berkas, beberapa PTN melakukan survei online. Calon mahasiswa bisa diminta video call, menunjukkan rumah, kamar, dapur, dan fasilitas lain untuk validasi data.
Mandiri PTN dan PTS juga memiliki kuota terbatas. Beberapa universitas mewajibkan membayar UKT semester pertama saat daftar ulang agar tetap bisa kuliah meski status KIP belum keluar.
Dengan fakta ini, strategi pendaftaran dan disiplin mengikuti alur menjadi kunci sukses. Pelamar disarankan menyiapkan dokumen sejak awal agar peluang lolos maksimal.
Editor : Anggi Septian A.P.