BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas pendidikan (dispendik) juga terus memberi perhatian khusus terhadap anak tidak sekolah (ATS). Fokus prioritas adalah anak yang sebenarnya sudah terdaftar sebagai siswa, tetapi kemudian berhenti dan ogah masuk sekolah.
Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Alinurdin menjelaskan, dari penelusuran dinas masih ada anak yang tercatat sebagai siswa di salah satu lembaga. Namun, karena sering membolos dan tidak masuk sekolah, ini juga menjadi perhatian khusus.
“ATS yang menjadi sasaran kami adalah anak yang sudah terdaftar di sekolah. Namun sampai saat ini ada yang bolos. Itu yang kita sisir kembali agar kembali ke sekolah,” ujarnya kepada Koran ini, Rabu (10/9/2025).
Menurut Dindin, penyebab anak berhenti sekolah biasanya berasal dari faktor lingkungan dan kurangnya semangat belajar. Karena itu, dispendik melakukan penyisiran agar anak-anak tersebut bisa kembali aktif di sekolah.
“Jumlah temuan saat ini ada 16 anak yang kita intervensi. Secara bertahap, mereka kembali ke sekolah,” terangnya.
Meski sudah dilakukan intervensi, Dindin mengingatkan bahwa upaya ini tidak bisa berhenti sampai anak kembali masuk kelas. Pemantauan tetap diperlukan agar mereka tidak mengulangi kebiasaan membolos. “Jangan sampai sejak kita datangi malah bolos lagi,” katanya.
Kasus ATS, terang Dindin, saat ini mendapat perhatian khusus dinas. Rata-rata temuan didominasi di wilayah Kecamatan Sukorejo dan Kecamatan Sananwetan. “Dari jenjang SD, SMP, hingga SMA juga ada. Semuanya tetap kami pantau,” ujarnya.
Dengan langkah ini, dispendik berharap anak-anak yang terdata bisa kembali mendapatkan akses pendidikan yang layak. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah