Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengejutkan! Janin Bisa Rekam Pertengkaran Orang Tua, Efeknya Terbawa Sampai Remaja

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Sabtu, 13 September 2025 | 22:00 WIB
Mengejutkan! Janin Bisa Rekam Pertengkaran Orang Tua, Efeknya Terbawa Sampai Remaja
Mengejutkan! Janin Bisa Rekam Pertengkaran Orang Tua, Efeknya Terbawa Sampai Remaja

BLITAR – Pertengkaran orang tua ternyata bisa terekam dalam memori anak sejak masih berada di dalam kandungan. Fakta ini terungkap dalam seminar parenting di Purwokerto, Jawa Tengah, yang membahas hubungan antara neurosains dan pola asuh Islami.

Seorang ustazah yang menjadi pembicara menjelaskan bahwa janin bukan sekadar menerima nutrisi dari sang ibu, tetapi juga ikut merasakan kondisi emosional orang tuanya.

“Kalau orang tua sering bertengkar, janin bisa merekam itu. Efeknya terbawa sampai ia remaja,” ungkapnya di hadapan ratusan peserta.

Rekaman Emosi Sejak dalam Rahim

Menurutnya, otak janin sudah mulai merekam pengalaman sejak usia kandungan tertentu. Hal itu bukan hanya terkait suara lembut ibu atau lantunan doa, tetapi juga pertengkaran dan emosi negatif.

“Kalau ibu sering menangis karena stres, janin ikut merasakan. Kalau ayah sering marah-marah, itu juga ikut direkam. Jadi jangan dikira janin tidak tahu apa-apa,” jelasnya.

Neurosains modern pun membuktikan bahwa hormon stres yang dilepaskan tubuh ibu saat marah atau sedih bisa menembus plasenta dan memengaruhi perkembangan otak janin.

Efek Jangka Panjang

Dampak pertengkaran orang tua tidak berhenti pada masa kandungan. Anak yang sejak janin terbiasa mendengar konflik berisiko tumbuh dengan karakter mudah cemas, kurang percaya diri, atau bahkan temperamental.

“Banyak remaja yang mudah marah, ternyata itu rekaman sejak dalam rahim. Mereka terbiasa dengan suasana penuh pertengkaran,” kata ustazah tersebut.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga suasana hati dan lingkungan emosional selama kehamilan. Setiap emosi positif yang diberikan orang tua akan menjadi bekal berharga bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Bikin Takjub, Cuma Pakai QR Code Tanah Bisa Dicek Keasliannya!

Doa dan Komunikasi Positif

Untuk mencegah dampak buruk, ustazah menganjurkan orang tua memperbanyak doa dan komunikasi positif sejak masa kehamilan. Membacakan Al-Qur’an, berdzikir, dan mengajak janin berbicara dengan kata-kata lembut bisa memberikan pengaruh baik.

“Kalau anak sejak janin terbiasa mendengar doa dan ayat suci, insyaallah mereka tumbuh jadi anak yang lebih tenang dan berakhlak baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa doa ayah dan dukungan suami memiliki peran penting. Ayah yang menjaga emosi dan memberikan perhatian membuat ibu lebih bahagia, sehingga janin pun berkembang dalam suasana yang sehat.

Stop Bertengkar di Depan Anak

Selain janin, anak yang sudah lahir pun tetap peka terhadap konflik orang tuanya. Ustazah mengingatkan agar suami-istri sebisa mungkin menghindari pertengkaran di depan anak-anak.

“Kalau bertengkar, anak merekam itu. Nanti dia bisa mengulang pola yang sama saat dewasa. Jadi berhati-hatilah,” katanya.

Ia menyarankan pasangan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan komunikasi yang lebih sehat. Jika memang harus berdebat, lakukan di ruang pribadi tanpa melibatkan anak.

Generasi yang Lebih Qurani

Meski begitu, ustazah menambahkan bahwa generasi saat ini justru punya peluang besar untuk tumbuh menjadi lebih Qurani. Banyak anak di era sekarang sudah hafal Al-Qur’an sejak usia dini.

“Kalau orang tua menjaga doa, emosi, dan nutrisi sejak hamil, anak bisa tumbuh jadi generasi Rabbani. Jangan biarkan mereka tumbuh dengan rekaman pertengkaran,” tegasnya.

Pesan ini mendapat sambutan hangat dari peserta seminar. Banyak orang tua yang mengaku baru menyadari betapa pentingnya menjaga emosi selama kehamilan.

Baca Juga: ⁠Jalur Wlingi Blitar-Ngantang Malang Segera Alih Status Jadi Jalan Provinsi

Seminar parenting ini pun ditutup dengan ajakan untuk mengubah pola pikir dalam rumah tangga. Pertengkaran yang tidak terkontrol bukan hanya merusak hubungan suami-istri, tetapi juga bisa meninggalkan jejak mendalam pada anak sejak ia belum lahir.

“Anak adalah amanah. Mari jaga hati, jaga lisan, dan jaga suasana rumah agar mereka tumbuh menjadi generasi yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Neurosains #pola asuh #parenting #Pertengkaran orang tua