Menjadi Rektor UNISBA Blitar tentu mengemban kepercayaan dari seluruh civitas akademika dan masyarakat. Bagaimana Pak Rektor menjalankan amanah tersebut hingga memasuki tahun ke tujuh ini?
Menjadi Rektor UNISBA Blitar adalah sebuah amanah besar yang memerlukan komitmen, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi. Selama tujuh tahun ini, kepercayaan yang diberikan oleh civitas akademika dan masyarakat senantiasa menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi kemajuan kampus. Saya menjalankan amanah ini dengan prinsip keterbukaan, kolaborasi, dan inovasi. Keterbukaan berarti mendengarkan aspirasi dari seluruh pihak di lingkungan kampus, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan. Kolaborasi dijalankan dengan membangun sinergi yang kuat, baik di internal kampus maupun dengan mitra eksternal, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sementara inovasi, diwujudkan melalui pengembangan program-program unggulan yang relevan dengan tantangan zaman, sehingga UNISBA Blitar terus beradaptasi dan menjadi institusi yang kompetitif. Dalam perjalanan ini, saya berusaha menjaga keseimbangan antara visi akademik dan nilai-nilai Islami yang menjadi identitas UNISBA. Dengan selalu berpedoman pada prinsip kerja keras, kejujuran, dan keberlanjutan, saya berharap kontribusi yang kami lakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kampus dan masyarakat luas.
Sesuai dengan slogan “The Entrepreneurial University”, bagaimana penerapan konsep tersebut dalam pembelajaran kepada mahasiswa?
Slogan UNISBA Blitar, The Entrepreneurial University, konsep ini diterapkan secara holistik dalam pembelajaran dengan tujuan membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang adaptif dan inovatif. Implementasi ini mencakup beberapa pendekatan strategis; Kurikulum berbasis kewirausahaan menjadi bagian integral dari kurikulum, di mana mahasiswa diajarkan konsep dasar, strategi bisnis, hingga pengelolaan usaha. Kurikulum ini dirancang untuk membangun pola pikir kreatif, dan kemampuan menghadapi tantangan dunia usaha; Pembelajaran berbasis proyek dan praktik lapangan, mahasiswa dilibatkan dalam proyek nyata, seperti mengembangkan produk inovatif, simulasi bisnis, atau menjalankan usaha kecil; Inkubator bisnis mahasiswa, kampus menyediakan fasilitas inkubator bisnis sebagai wadah bagi mahasiswa mengembangkan ide usaha mereka. Di sini, mahasiswa mendapatkan bimbingan, pelatihan, hingga akses ke jaringan mitra untuk memperkuat potensi bisnis mereka; Kerjasama dengan dunia industri dan UMKM, UNISBA Blitar menjalin kemitraan dengan pelaku industri, UMKM, dan komunitas bisnis untuk memberikan mahasiswa wawasan tentang kebutuhan pasar, tantangan industri, serta peluang kolaborasi bisnis; Kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi kewirausahaan, mahasiswa didorong untuk berpartisipasi dalam pelatihan, seminar, dan kompetisi kewirausahaan baik tingkat lokal maupun nasional; Pendidikan berbasis nilai Islami, nilai-nilai Islami diterapkan dalam pembelajaran kewirausahaan untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga berintegritas, beretika, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Melihat perkembangan Unisba Blitar yang semakin maju, saat ini apa prioritas yang ingin dicapai dalam waktu dekat?
Seiring UNISBA Blitar yang semakin maju, fokus utama dalam waktu dekat adalah memperkuat fondasi untuk mendukung keberlanjutan dan kemajuan institusi. Prioritas tersebut meliputi beberapa aspek, meliputi peningkatan mutu akademik, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum yang relevan, penguatan kompetensi dosen, serta penerapan metode pembelajaran berbasis teknologi. Akreditasi program studi juga menjadi perhatian utama untuk memastikan kualitas pendidikan diakui secara nasional dan internasional.
Pengembangan infrastruktur dan fasilitas kampus, penambahan dan modernisasi fasilitas kampus menjadi prioritas untuk menunjang proses pembelajaran dan aktivitas mahasiswa. Hal ini mencakup laboratorium, perpustakaan digital, ruang kreatif, serta fasilitas pendukung lainnya; Penguatan identitas sebagai The Entrepreneurial University, upaya ini difokuskan pada pengembangan program kewirausahaan yang lebih inovatif, termasuk inkubator bisnis, kemitraan strategis dengan dunia usaha, dan pelatihan yang membekali mahasiswa keterampilan praktis; Internasionalisasi kampus, dalam menghadapi persaingan global, kami berupaya meningkatkan kerja sama internasional, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi penelitian, maupun kemitraan dengan universitas di luar negeri; Digitalisasi sistem kampus, transformasi digital menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan akademik, administrasi, serta informasi bagi seluruh civitas akademika; Penguatan peran di masyarakat, sebagai institusi yang berbasis nilai-nilai Islami, UNISBA Blitar berupaya memperluas kontribusinya dalam memberdayakan masyarakat melalui program pengabdian, penelitian terapan, dan kegiatan sosial.
Pasca-pandemi, semua sektor mengalami perubahan, salah satunya teknologi digital yang semakin masif yang tentunya berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Bagaimana UNISBA Blitar berproses dalam perubahan tersebut?
Pasca pandemi, teknologi digital telah menjadi elemen kunci dalam transformasi dunia pendidikan, termasuk di UNISBA. Kami memahami bahwa adaptasi terhadap perubahan ini bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan untuk tetap relevan dan kompetitif.
Berikut langkah-langkah yang telah dan terus dilakukan dalam berproses menghadapi perubahan ini; Integrasi teknologi dalam pembelajaran, yakni mengadopsi sistem pembelajaran berbasis teknologi digital, seperti learning management system (LMS) yang memungkinkan dosen dan mahasiswa mengakses materi, tugas, dan evaluasi secara daring. Metode hybrid learning juga diterapkan untuk memberikan fleksibilitas dalam belajar mengajar; Penguatan infrastruktur digital, UNISBA terus mengembangkan infrastruktur teknologi informasi, termasuk peningkatan kapasitas jaringan internet, penyediaan perangkat pendukung, serta pengembangan ruang belajar berbasis teknologi seperti smart classrooms; Peningkatan kompetensi digital civitas akademik, pelatihan dan workshop rutin diadakan untuk meningkatkan literasi digital dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Ini memastikan semua pihak mampu memanfaatkan teknologi dengan optimal dalam proses akademik maupun administrasi; Pengembangan program studi berbasis digital, UNISBA juga mulai menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri 4.0, seperti menambahkan materi data analytics, kecerdasan buatan (AI), dan digital entrepreneurship pada mata kuliah tertentu; Digitalisasi layanan akademik dan administrasi, sistem pelayanan berbasis digital diterapkan untuk mempermudah akses mahasiswa dan dosen, mulai dari pendaftaran, pembayaran, pengisian KRS, hingga pengelolaan data akademik secara daring; Kolaborasi dengan industri teknologi, ini memastikan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, UNISBA menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi dalam bentuk magang, penelitian bersama, serta pengembangan program kewirausahaan berbasis teknologi; Peningkatan kesadaran etika digital, selain keterampilan teknis, kami juga mengintegrasikan nilai-nilai Islami dalam penggunaan teknologi untuk memastikan mahasiswa memiliki tanggung jawab dan etika digital yang baik dalam memanfaatkan teknologi.
Tantangan terberat bagi kampus di daerah seperti UNISBA dalam menghadapi era digital?
Pertanyaan ini sangat relevan untuk mendiskusikan perkembangan kampus di era digital. Berikut beberapa poin tantangan terberat kampus di daerah seperti Unisba Blitar; kesenjangan infrastruktur teknologi, ketersediaan dan kualitas jaringan internet yang belum merata di daerah menjadi hambatan utama dalam penerapan teknologi digital di kampus; Kapasitas SDM, tidak semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki literasi digital yang memadai untuk memanfaatkan teknologi secara optimal; adaptasi sistem pembelajaran, menerapkan teknologi dalam sistem pembelajaran seperti LMS memerlukan penyesuaian budaya belajar, yang tidak mudah dilakukan; Pendanaan, keterbatasan anggaran untuk investasi pada infrastruktur digital dan pelatihan SDM bisa menjadi hambatan utama dalam memanfaatkan teknologi secara optimal; Kompetisi global, kampus di daerah harus bersaing dengan universitas besar yang sudah lebih dulu maju dalam transformasi digital; ketimpangan akses mahasiswa, banyak mahasiswa yang berasal dari daerah kurang memiliki akses perangkat dan teknologi, sehingga sulit mengikuti pembelajaran berbasis digital.
Kerja sama UNISBA Blitar dengan kampus luar negeri merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan memperluas wawasan internasional bagi civitas akademika. Goal utama yang ingin dicapai mencakup beberapa aspek; Peningkatan kualitas pendidikan, kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kurikulum, metode pengajaran, dan standar akademik dengan mengadopsi praktik terbaik dari universitas mitra di luar negeri. Ini membantu UNISBA Blitar menghasilkan lulusan yang kompeten di tingkat global; Peningkatan reputasi internasional, melalui kolaborasi, UNISBA Blitar dapat meningkatkan visibilitas dan kredibilitasnya di kancah internasional. Hal ini memperkuat posisi UNISBA sebagai institusi yang berorientasi global; Program mobilitas mahasiswa dan dosen, kerja sama ini membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk mengikuti program pertukaran, magang, atau studi lanjut di luar negeri. Pengalaman internasional ini memberikan wawasan baru, memperluas jaringan, dan meningkatkan keterampilan lintas budaya; Kolaborasi penelitian dan publikasi, UNISBA Blitar dapat berpartisipasi dalam proyek penelitian bersama, memungkinkan publikasi di jurnal bereputasi internasional. Tidak hanya meningkatkan kontribusi akademik tetapi juga mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global; Peningkatan kapasitas SDM, kerja sama dengan universitas luar negeri memungkinkan dosen dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan, workshop, atau program pengembangan lainnya. Ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka sesuai dengan standar internasional; Penguatan nilai multikulturalisme, interaksi dengan institusi luar negeri memperkuat pemahaman tentang keberagaman budaya dan nilai-nilai global. Hal ini sejalan dengan visi UNISBA untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam multikultural dalam pendidikan; Pengembangan program studi berbasis global, UNISBA dapat menawarkan program studi atau konsentrasi baru yang relevan dengan kebutuhan global, seperti studi internasional, kewirausahaan global, atau teknologi inovatif.
UNISBA Blitar sebagai kampus lokal di daerah, apakah mahasiswa atau dosen memiliki kesempatan untuk meng-eksplore diri, meraih beasiswa?
Tentu saja, meskipun UNISBA Blitar adalah kampus lokal di daerah, baik dosen maupun mahasiswa memiliki peluang besar untuk mengeksplorasi diri dan meraih beasiswa, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kampus berkomitmen mendukung dan memfasilitasi civitas akademika untuk mendapatkan peluang tersebut, melalui berbagai langkah, seperti; Kemitraan dengan institusi penyedia beasiswa, UNISBA Blitar menjalin kerja sama dengan pemerintah, perusahaan swasta, dan institusi luar negeri yang menawarkan program beasiswa. Contohnya adalah beasiswa LPDP, DIKTI, Erasmus+, dan program dari kedutaan besar negara sahabat; Program beasiswa internal kampus,
menyediakan beasiswa internal untuk mahasiswa berprestasi, kurang mampu, atau yang memiliki kontribusi khusus bagi kampus. Beasiswa ini bertujuan untuk mendorong semangat belajar dan pengembangan diri; Informasi dan pendampingan beasiswa, kampus memiliki unit khusus yang bertugas menyediakan informasi tentang peluang beasiswa serta memberikan pendampingan dalam proses pendaftaran, mulai dari penyusunan dokumen hingga persiapan wawancara; Kolaborasi internasional untuk beasiswa pertukaran, kerja sama UNISBA Blitar dengan kampus-kampus luar negeri membuka peluang mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar, studi singkat, atau magang yang sering kali didukung dengan pendanaan atau beasiswa dari mitra internasional; Program pengembangan kompetensi dosen, dosen didorong untuk mengikuti program beasiswa studi lanjut (S2/S3) baik di dalam maupun luar negeri, serta mendapatkan dana penelitian atau pelatihan profesional. Program seperti Fulbright, DAAD, Chevening, atau Australia Awards adalah beberapa contoh yang sering diakses oleh dosen-dosen UNISBA; Kompetisi dan seminar berbasis beasiswa, UNISBA mendorong mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi atau seminar internasional yang sering kali menawarkan beasiswa sebagai penghargaan atau insentif bagi pemenang dan peserta aktif; Peningkatan kapasitas untuk persyaratan beasiswa, untuk membantu mahasiswa dan dosen memenuhi kriteria beasiswa, kampus menyediakan pelatihan seperti peningkatan kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS), penulisan proposal, dan publikasi ilmiah; Peran alumni dan jaringan, alumni UNISBA yang telah mendapatkan beasiswa, baik nasional maupun internasional, sering berbagi pengalaman, tips, dan jaringan dengan mahasiswa dan dosen lainnya.
Quotes dari Pak Rektor?
Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan. Di UNISBA Blitar, kami tidak hanya mendidik, tetapi juga membangun karakter dan menciptakan peluang untuk generasi unggul yang berakhlak mulia. Di UNISBA, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun manusia seutuhnya. Kami percaya bahwa ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat dan nilai-nilai moral yang kokoh. Dalam setiap langkah, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang inspiratif, tempat mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga menemukan jati diri dan mengembangkan potensi terbaik mereka.
Melalui pendekatan ini, kami mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab sosial, dan kemampuan untuk berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan berpijak pada nilai-nilai Islami, UNISBA berusaha melahirkan lulusan yang tidak hanya siap menghadapi tantangan dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pemimpin masa depan. Pendidikan di UNISBA adalah perjalanan menuju masa depan, di mana ilmu menjadi lentera, dan karakter menjadi fondasi membangun dunia yang lebih baik. (*/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah