Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Melihat Aktivitas Komunitas Sekolah Filsafat Jalanan di Blitar: Coba Bumikan Tradisi Berpikir Kritis Pemuda

Luqi Nur Zaimatil Fataah • Senin, 15 September 2025 | 00:31 WIB
MENARIK: Sekolah Filsafat Jalanan mengadakan diskusi kajian filsafat bersama.
MENARIK: Sekolah Filsafat Jalanan mengadakan diskusi kajian filsafat bersama.

 

BLITAR - Komunitas Sekolah Filsafat Jalanan (SFJ) adalah komunitas studi filsafat berbasis proletariat yang berpusat pada gerakan pemikiran.

SFJ terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang, dan menggunakan metode berjalan sambil belajar (peripatetik), untuk menyebarkan pemikiran filosofis di masyarakat Indonesia.

Tujuannya sederhana, membangun tradisi berpikir filosofis dalam kehidupan sehari- hari.

Di tengah anggapan bahwa filsafat adalah ilmu elit nan rumit, komunitas SFJ hadir sebagai ruang alternatif yang membumikan filsafat ke seluruh lapisan masyarakat.

SFJ memiliki dua cabang, yaitu di Jawa Barat dan Jawa Timur, dan untuk wilayah Jawa Timur dikoordinatori oleh Suja’i, seorang aktivis asal Cirebon yang kini menetap di Blitar. SFJ terus berusaha membumikan filsafat sebagai tradisi berpikir kritis.

Filsafat sering dianggap sebagai salah satu disiplin ilmu yang eksklusif dan sulit dijangkau masyarakat umum.

Namun, stereotip tersebut dibantahkan oleh Suja’i. Melalui SFJ, dia bertekad menjadikan filsafat lebih membumi, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“SFJ adalah terobosan baru dalam pembelajaran filsafat. SFJ hadir untuk membuat penyelidikan filsafat lebih mudah diakses dan menarik bagi orang-orang dari berbagai latar belakang. Tujuannya adalah membawa filsafat keluar dari lingkungan akademis dan masuk ke dalam kehidupan sehari-hari, agar semua orang dapat mengeksplorasi, mendiskusikan, dan menerapkan ide-ide filsafat dalam praktik hidup mereka,” ujar Suja’i saat diwawancarai.

Komunitas SFJ pertama kali didirikan di Bogor tahun 2018 oleh Saiful Anam, setelah ia keluar dari organisasi besar internasional, Internasional Marxist Tendency (IMT).

Sekretariat SFJ cabang Jawa Timur berada di Blitar. Mulai aktif sejak 2022, dengan base camp di Jalan Kalimantan RT 04 RW 03, Desa Karangsono, Kanigoro, Blitar.

Baca Juga: Asal-usul Nama Tahu Tek, Ternyata dari Suara Wajan yang Dipukul Pedagang

SFJ di Bogor tetap menjadi pusat gerakan, sementara cabang Blitar berkembang sebagai pusat untuk wilayah Jawa Timur.

Tujuan SFJ, jelas dia, ingin membangun tradisi berpikir filosofis yang aktif dalam kehidupan masyarakat Indonesia, meskipun memiliki banyak tantangan dari berbagai arus.

Mereka juga berupaya menyampaikan filsafat secara luas tanpa batasan kelas sosial, gender, atau latar belakang pendidikan.

“Saat ini, filsafat masih dianggap menakutkan atau bahkan tabu oleh masyarakat. Maka dari itu, SFJ hadir untuk mengubah stigma itu dan menyampaikan bahwa berpikir kritis seharusnya dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat,” ujar Suja’i saat ditemui di base camp SFJ. (mg5/c1/ady)

 

 

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#berpikir kritis #komunitas #blitar #Sekolah Filsafat Jalanan #studi #pemuda #tradisi