Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

SD Negeri-Swasta di Kabupaten Blitar Mulai Gelar Gladi ANBK, Ini Jadwal Pelaksanaannya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 16 September 2025 | 16:42 WIB
SD Negeri-Swasta di Kabupaten Blitar Mulai Gelar Gladi ANBK, Ini Jadwal Pelaksanaannya
SD Negeri-Swasta di Kabupaten Blitar Mulai Gelar Gladi ANBK, Ini Jadwal Pelaksanaannya

BLITAR – Sekolah dasar (SD) negeri maupun swasta di Kabupaten Blitar mulai melaksanakan gladi asesmen nasional berbasis komputer (ANBK). Gladi tersebut digelar sejak 8 September dan akan berakhir pada 18 September 2025. Sedangkan pelaksanaanya digelar minggu depan, yang bertujuan mengukur kualitas sekolah.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar, Deni Setiawan mengatakan, pelaksanaan ANBK untuk jenjang SD dijadwalkan mulai 22 September hingga 2 Oktober 2025. Tahapan dan informasi teknis akan disampaikan secara periodik kepada sekolah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Sebelumnya kami sudah melakukan gladi ini bertujuan untuk mempersiapkan sekolah, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Secara teknis mencakup sarana prasarana, jaringan, dan perangkat. Sedangkan secara nonteknis, anak-anak dibiasakan agar tidak kaku saat pelaksanaan utama nanti,” ujar Deni.

Dalam gladi ANBK, ada dua aspek utama yang dipersiapkan. Pertama, aspek teknis, yaitu kesiapan sarana prasarana, jaringan internet, hingga perangkat komputer atau laptop yang akan digunakan.

Kedua, aspek nonteknis, yakni pembiasaan siswa menghadapi ujian berbasis komputer. “Kalau teknis, Insya Allah sekolah sudah terbiasa. Yang penting dicek kembali agar pada hari H tidak ada masalah jaringan maupun perangkat. Itulah mengapa gladi ini sangat penting,” terang Deni.

Menurutnya, seluruh SD negeri dan swasta menjadi sasaran ANBK tahun ini. Pemilihan siswa dilakukan oleh sekolah, namun tetap mengikuti aturan yang berlaku. Tentu juga sesuai kondisi masing-masing, dengan tetap berpedoman pada ketentuan ANBK.

Terkait pelaksanaan sebelumnya, Deni mengakui, kendala yang muncul lebih banyak berasal dari faktor nonteknis. Salah satunya adalah keterlambatan input data dari sekolah ke sistem pusat. Sebab, ada lembaga yang terlambat memasukkan data ke data pokok pendidikan (dapodik).

Padahal data daftar nominasi sementara (DNS) harus segera masuk agar ketika berubah menjadi daftar nominasi tetap (DNT). Sehingga nama-nama siswa sudah tercatat untuk ikut ANBK.

“Ada juga informasi yang sebenarnya sudah kami sampaikan, tetapi tidak sampai ke lembaga. Jadi kendala tahun lalu murni nonteknis. Kalau teknis alhamdulillah tidak ada masalah berarti,” ungkapnya.

Deni menambahkan, pengalaman tahun lalu menjadi evaluasi penting agar pelaksanaan 2025 bisa berjalan lebih lancar. Tahun ini kami lebih menekankan komunikasi dan disiplin administrasi, agar tidak ada lagi data yang telat masuk.

Hasil ANBK akan menjadi salah satu input penting dalam penyusunan rapor pendidikan nasional. Selain survei lingkungan belajar, ANBK digunakan sebagai indikator untuk menilai capaian mutu layanan pendidikan di sekolah.

“Hasil ANBK akan masuk dalam rapor pendidikan. Dari situ pemerintah bisa menilai sejauh mana satuan pendidikan melaksanakan layanan kepada peserta didik sesuai aturan. Jadi ANBK bukan hanya sekadar tes, tapi menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan,” pungkasnya. (jar/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Gladi ANBK #kualitas sekolah #sekolah dasar #ANBK