BLITAR KAWENTAR - Merantau bukan sekadar mencari pekerjaan atau gaji. Bagi Andriani Koliatin, perempuan asal Desa Plandirejo, Kecamatan Bakung, Blitar, perjalanan ke Malaysia hingga Jerman adalah langkah besar dalam proses belajar yang tak pernah berhenti.
Sejak 2018, Andriani meninggalkan kampung halamannya menuju Malaysia. Ia bekerja keras hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi clerk dalam waktu satu setengah tahun. Pencapaian itu bukan hasil instan, melainkan buah dari disiplin, adaptasi, dan semangat belajar.
Namun, semangatnya tak berhenti di situ. Pada 2024, ia berani melangkah lebih jauh dengan menempuh program Ausbildung di Jerman, sebuah sistem yang menggabungkan sekolah, kerja, dan pelatihan profesional.
Baca Juga: STPN Bentuk Karakter dan Kepemimpinan, Wamen ATR/BPN Ossy Titip Tiga Nilai untuk Taruna Baru
Semua kebutuhan, mulai tempat sekolah hingga pelatihan tambahan, ditanggung perusahaan. Ia hanya perlu menyiapkan mental, sertifikat bahasa B1, motivation letter, serta CV sesuai standar Jerman.
Motivasi Andriani sederhana namun kuat, ia ingin belajar sebanyak mungkin. Baginya, hidup adalah proses panjang untuk memperkaya ilmu, membuka pikiran, memahami budaya baru, dan mengenal beragam karakter manusia.
Ia percaya bumi yang luas ini diciptakan untuk dijelajahi. “Kalau Tuhan mengizinkan manusia membuat teknologi untuk menjelajahinya, kenapa kita tidak mencoba?” katanya.
Tantangan jelas hadir. Bahasa, budaya, hingga aturan yang berbeda memaksanya terus beradaptasi.
Tetapi ia memegang prinsip hidup yang menjadi pedoman: Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Prinsip inilah yang membantunya menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Menurut Andriani, pencapaian sejati bukan hanya jabatan atau gelar, melainkan keberanian untuk bertahan, terus belajar, dan berkembang.
Baca Juga: Gunung Lawu sebagai Pusat Spiritual Jawa dan Kesakralan Situs Pelanggatan
Ia meyakini bahwa kemandirian di luar negeri bukanlah sebuah kelebihan, melainkan kewajiban.
Kisah Andriani Koliatin adalah cermin bagi anak muda Indonesia. Merantau bukan hanya tentang mencari penghasilan, melainkan tentang keberanian belajar hal baru, menghadapi tantangan, dan kembali membawa ilmu untuk negeri. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah