BLITAR – Kemampuan menulis berita yang relevan dan menarik di era digital menjadi kunci penting dalam menyebarkan informasi. Menyadari hal itu, SMAN 1 Kademangan mengadakan workshop bertema "Jurnalisme Kekinian Membangun Narasi di Era Digitalisasi" yang berlangsung di ruang kelas XII-3 SMAN 1 Kademangan pada Sabtu (13/9) lalu.
Acara ini diselenggarakan untuk membekali para siswa dengan keterampilan jurnalistik yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Workshop ini diinisiasi oleh ekstrakurikuler sekolah dan berada di bawah bimbingan Ibu Rida Nupitasari. Untuk memberikan wawasan yang mendalam, panitia mengundang narasumber profesional, Yanu Aribowo, seorang jurnalis senior dari Radar Blitar.
Dalam paparannya, Yanu Aribowo menjelaskan, jurnalisme kekinian tidak bisa disamakan dengan penulisan biasa. "Berita adalah produk jurnalistik yang berisi laporan peristiwa penting dan menarik untuk diketahui publik," jelasnya.
Namun, ia menekankan, di era digital ini, jurnalis harus mampu menyajikan informasi dari berbagai sudut pandang, bukan hanya satu sisi. Hal ini bertujuan, agar pembaca mendapatkan gambaran yang lengkap dan objektif, tanpa terpengaruh oleh opini sepihak.
Yanu menambahkan, salah satu tema tulisan yang menarik adalah sisi lain seorang tokoh. Dia menekankan, jurnalisme modern menuntut kemampuan jurnalis menggali sudut pandang yang jarang tersentuh dan unik, serta membuat tulisan yang menarik bagi audiens digital.
Berbeda dengan penulisan awam yang mungkin hanya fokus pada satu sudut pandang, jurnalisme profesional harus berimbang dan komprehensif.
Untuk mencapai hal tersebut, Yanu membagikan tujuh kiat penting dalam penulisan jurnalistik kekinian. Yakni, (1) ide dan tema: jurnalis harus mampu mencari dan memikirkan ide yang orisinal, serta menentukan topik utama yang akan dibahas secara menarik dan kritis; (2) sudut pandang: penting untuk memilih sudut pandang yang unik, menarik, dan berimbang agar berita tidak berat sebelah; (3) pengembangan: penulis wajib mengumpulkan fakta dan data yang lengkap untuk mendukung ide, tema, dan sudut pandang yang dipilih; (4) cek bahasa: penggunaan bahasa harus diperhatikan, mulai dari kalimat, ejaan, kata, dan tanda baca. Hindari penggunaan kata-kata yang vulgar atau tidak pantas;
(5) etika: menjaga akurasi, menghormati, dan melindungi privasi menjadi prinsip utama yang tidak boleh dilanggar; (6) manajemen waktu: jurnalis harus fleksibel dan memiliki target yang jelas kapan sebuah tulisan harus selesai; hingga (7) penayangan foto: foto yang ditampilkan harus akurat, jelas, jujur, tidak dimanipulasi, menghormati privasi, dan relevan dengan isi berita. Selain tips penulisan, Yanu juga berbagi strategi efektif dalam melakukan wawancara. Misalnya, memperhatikan materi ketika narasumber ada di panggung hingga meminta statemen tambahan usai acara jika ada poin penting yang terlewat.
Baca Juga: Pemeliharaan Fasilitas Wisata di Kabupaten Blitar Kurang Maksimal, Apa Kendalanya?
Di akhir sesi, Yanu Aribowo mengatakan bahwa workshop ini dapat memberikan nilai tambah bagi para siswa SMAN 1 Kademangan. Dengan keterampilan yang mereka dapatkan, dia optimistis para siswa dapat menghasilkan berita yang berkualitas dan relevan di era digital, sekaligus membangun narasi yang informatif dan berdampak positif bagi masyarakat. (Oleh: Muhammad Rafi Amirullah, Kelas XI-2)
Editor : M. Subchan Abdullah