Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jangan Nyaman Dulu! Kalimasada Bongkar Fakta Mengejutkan: Banyak Anak Muda Usia 20-an Sudah ‘Mati’

Axsha Zazhika • Sabtu, 20 September 2025 | 00:30 WIB

 

Jangan Nyaman Dulu! Kalimasada Bongkar Fakta Mengejutkan: Banyak Anak Muda Usia 20-an Sudah ‘Mati’
Jangan Nyaman Dulu! Kalimasada Bongkar Fakta Mengejutkan: Banyak Anak Muda Usia 20-an Sudah ‘Mati’

BLITAR – Konten kreator sekaligus motivator Kalimasada memberikan pesan keras kepada generasi muda. Ia mengingatkan agar anak muda tidak cepat merasa nyaman dengan keadaan. Menurutnya, banyak anak usia 20-an yang sudah ‘mati’ secara mental karena berhenti berusaha meningkatkan value diri.

Dalam unggahan terbarunya di YouTube, Kalimasada membahas perbedaan mindset antara orang kaya dan orang biasa. Ia menekankan bahwa pola pikir adalah faktor utama yang membedakan perjalanan hidup seseorang. “Orang yang merasa dirinya sudah cukup dari segala hal, itu sebenarnya sudah mati. Banyak sekali anak muda di umur 20-an yang sudah mati karena nyaman dengan kondisi yang ada,” tegas Kalimasada.

Menurutnya, generasi muda saat ini sering menilai diri terlalu rendah. Mereka puas dengan pencapaian kecil dan lupa bahwa masih ada potensi besar yang bisa digali. Padahal, dunia terus berubah dan penuh ketidakpastian. Kalimasada mencontohkan, seseorang bisa saja nyaman dengan pekerjaannya hari ini, tapi tidak tahu apa yang akan terjadi satu atau dua tahun ke depan.

Kalimasada menekankan pentingnya memiliki locus of control internal, yaitu kemampuan untuk fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan. Ia menilai orang kaya terbiasa mengambil tanggung jawab penuh atas hidupnya, sementara orang biasa cenderung menyalahkan faktor eksternal seperti pemerintah, ekonomi, atau keadaan global.

“Kalau daganganmu sepi, jangan langsung salahin ekonomi. Bisa jadi brand-mu lemah atau makananmu memang kurang enak. Itu yang harus kamu perbaiki,” ujarnya memberi contoh.

Dalam videonya, Kalimasada menyebut ada tiga kunci utama kesuksesan: skill, kerja keras, dan inovasi. Menurutnya, keterampilan tanpa kerja keras tidak ada artinya. Begitu juga kerja keras tanpa inovasi hanya akan menghasilkan pertumbuhan yang stagnan.

“Orang dengan skill tinggi tapi malas bekerja akan kalah dengan orang biasa yang rajin. Tapi kalau kamu punya skill, bekerja keras, lalu menemukan inovasi, hasilmu akan eksponensial, bukan sekadar linier,” jelasnya.

Perbedaan lain antara orang kaya dan orang biasa, kata Kalimasada, adalah orientasi waktu. Orang kaya berpikir puluhan tahun ke depan dan berfokus pada warisan untuk generasi berikutnya. Sedangkan orang biasa cenderung memikirkan kebutuhan hari ini atau besok saja.

“Bermimpilah 3 sampai 5 tahun ke depan. Jangan takut dianggap berlebihan. Justru mimpi itu yang akan membuatmu bergerak,” tambahnya.

Kalimasada juga menyinggung soal keberanian mengambil risiko. Ia menilai orang biasa melihat risiko sebagai ancaman, sementara orang kaya melihatnya sebagai peluang. Contohnya saat pandemi Covid-19. Banyak orang yang bangkrut karena takut, tetapi ada juga yang berhasil menjadi miliarder baru karena memanfaatkan peluang bisnis online.

“Saat semua orang panik, justru ada yang sukses buka toko online, bikin produk skincare, atau trading. Bedanya hanya di mindset,” kata dia.

Melalui video itu, Kalimasada ingin generasi muda Indonesia belajar untuk lebih menghargai diri sendiri. Ia mengingatkan agar tidak cepat puas, apalagi berhenti mengasah kemampuan. Menurutnya, era modern menuntut setiap orang untuk terus meningkatkan value agar tetap relevan.

“Jangan berhenti di zona nyaman. Dunia selalu berubah. Kalau kamu tidak berkembang, kamu akan tertinggal,” tutup Kalimasada.

Pesan ini langsung memantik diskusi di kalangan netizen. Banyak anak muda mengaku tersentil karena merasa relate dengan pernyataan Kalimasada. Ada yang berkomentar bahwa kata-kata itu membuat mereka ingin bangkit kembali mengejar mimpi.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#anak muda #Self Improvement #mindset sukses