Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jawab Tantangan Zaman, UNISBA Blitar Gelar Konferensi Internasional 2025, Ini Hasilnya

Noormalady Usman • Minggu, 21 September 2025 | 23:00 WIB
KOMPAK: Rektor UNISBA Blitar Dr Soebiantoro, Ketua Yayasan Bina Citra Anak Bangsa Hidayaturrahman dan Warek III Dr Supriyono memberikan cenderamata kepada salah satu narasumber.
KOMPAK: Rektor UNISBA Blitar Dr Soebiantoro, Ketua Yayasan Bina Citra Anak Bangsa Hidayaturrahman dan Warek III Dr Supriyono memberikan cenderamata kepada salah satu narasumber.

BLITAR - Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar menggelar International Conference on Multidisciplinary Studies Integrating Entrepreneurial Strategies and Digital Transformation dengan mengangkat tema “Empowering Education and Society Through Digital Transformation” yang diikuti mahasiswa hingga alumni, kemarin (20/9).

Kegiatan ilmiah ini menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri. Seperti Dr Supriyono MEd (UNISBA Blitar, Indonesia), Prof Madya Dr Azza Jauhar Ahmad Tajuddin (Universiti Malaysia Terengganu), Dr Supot Rattanapun (Rajamangala University, Thailand), Dr Kirti Dang-Longani (Ajeenkya Dy Patil University, India), dan Dr Ali Umar Muhammad (Northwest University, Nigeria).

Rektor Unisba Blitar, Dr Soebiantoro menyampaikan, konferensi internasional ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam menghadapi era digital sekaligus terus memperluas jejaring akademik di tingkat global.

UNISBA tidak hanya menjalin kerja sama riset, tetapi juga aktif mengirimkan dosen ke luar negeri dalam rangka pertukaran pengalaman dan pengetahuan.

“Ini merupakan wujud nyata bagaimana Unisba menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri untuk menjawab tantangan dunia digital,” ungkapnya.

Wakil Rektor III Unisba sekaligus narasumber, Dr Supriyono menuturkan, mahasiswa wajib mengikuti pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi dengan transformasi digital.

Dalam paparannya, dia menyampaikan hasil penelitian yang dilakukan di sembilan institusi dari tujuh negara berbeda, antara lain Eropa, Asia, Kanada, India, Rusia, serta kawasan Timur Tengah.

“Hampir semua institusi memiliki fokus pada transformasi digital, meliputi strategi digital, infrastruktur, dukungan pendidik, serta platform komunitas. Dari penelitian itu lahir DICE Model yang terbukti fleksibel dengan kondisi kita,” jelasnya.

Menurut dia, model transformasi digital yang dikembangkan tidak hanya berdampak di lingkungan kampus, tetapi juga menyentuh komunitas dan masyarakat.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk mengembangkan diri melalui pusat karir serta entrepreneur center yang disediakan kampus.

Saat ini, kata Supriyono, sekitar 20–25 persen mahasiswa Unisba telah berwirausaha dan memiliki izin resmi.

Pihak kampus memberikan dukungan penuh dengan menggandeng HIPMI serta berbagai organisasi kewirausahaan lainnya.

“Mahasiswa juga harus belajar langsung dari UMKM agar semakin siap berkarya. Harapannya, karya mereka tidak hanya di tingkat nasional, tetapi mampu menembus internasional,” tutupnya. (mg2/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Empowering Education and Society Through Digital Transformation #era digital #konferensi internasional #unisba blitar #International Conference on Multidisciplinary Studies Integrating Entrepreneurial Strategies and Digital Transformation #dosen