Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PKM UTM dan UBHI di Blitar: Optimalisasi Profesi Guru lewat Implementasi Laboratorium Virtual dan AI di Sekolah Dasar

Anggi Septian A.P. • Rabu, 24 September 2025 | 16:20 WIB
Photo
Photo

RADAR BLITAR – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berkolaborasi dengan Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung mengadakan kegiatan pelatihan disalah satu sekolah Dasar di Bitar, yaitu SDN 2 Kepanjenlor Blitar.  

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh salah satu program yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui perekembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI) dan simulasi laboratorium virtual, membuka peluang baru bagi guru dalam mengelola proses belajar mengajar secara lebih efektif dan menarik. 

Photo
Photo

Tim pengabdi adalah: (1) Ika Dian Rahmawati (UTM) selaku ketua pelaksana, (2) Dya Qurrotul A’yun (UTM), (3) Nourma Oktaviarini (UBHI) selaku mitra kegiatan. Tim pengabdi menawarkan kegiatan berupa: “Pengoptimalan Profesi Guru Melalui Artificial Intelligence (AI) dan Laboratorium Virtual (Phet) di Sekolah Dasar”.

  Baca Juga: Ganjar Laksmana Bikin Netizen ‘Melek’: Kenapa Hukuman Perusuh Cepat, Tapi Kasus Kematian Rakyat Lemot?

Skema kegiatan tim pengabdian ini adalah para pendidik sekolah dasar, ruang lingkup kegiatan pembelajaran dengan sumber dana dari DRTPM.

Menghadapi era modern yang serba digital ini para guru dikenalkan dengan pemanfaatan teknologi AI untuk menyusun LKPD , membuat soal otomatis, serta mengembangkan media pembelajaran interaktif yang sesuai kebutuhan siswa. Praktik langsung diberikan agar guru dapat mengaplikasikan teknologi tersebut secara mandiri.

Di sisi lain, pembelajaran yang sudah sangat berkembang ini, pendidik diberi kesempatan untuk bisa menjalankan kegiatan pembelajaran yang dibuat semenarik mungkin.

Di era saat ini dimana seluruh aspek dalam kehidupan banyak memanfaatkan kecerdasan buatan yang bisa membantu pendidik untuk lebih berkreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. 

Sehingga kehadiran kecerdasan buatan seperti AI dapat dimanfaatkan sebagai strategi pembelajaran didalamnya.

Photo
Photo

Dalam hal ini, tim pengabdi dari UTM maupun UBHI mengadakan kegiatan pelatihan bertema “Pengoptimalan Profesi Guru Melalui Artificial Intelligence (AI) dan Laboratorium Virtual di Sekolah Dasar”. 

Baca Juga: Ganjar Laksmana ‘Tampar’ Sistem Hukum: Perusuh Langsung Masuk Penjara, Kematian Rakyat Dibiarkan!

Pelatihan dilaksanakan pada 30 Agustus dan 27 September 2025. Materi pelatihan berupa: 1) pemanfaatan teknologi AI untuk menyusun LKPD dengan diffit.me, 2) membuat soal otomatis dengan Quiziz AI serta 3) mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan bantuan laboratorium virtual (Phet) yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Terdapat dua pemateri yang menyampaikan pelatihan yaitu Ibu Ika Dian Rahmawati S.Pd., M.Pd., dan Dya Qurotul A’yun S.Pd., M.Pd., dengan pemandu acara Ibu Nourma Oktaviarini, S.Pd., M.Pd. Peserta pelatihan adalah seluruh tenaga pendidik di SDN 2 Kepanjenlor Blitar. 

Penggunaan teknologi AI berupa diffit.me merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk membuat LKPD, di sisi lain penggunaan teknologi AI selanjutnya adalah quizizz yang juga merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk membuat soal secara otomatis.

Sedangkan pada penggunaan laboratorium virtual (Phet) merupakan sebuah media pembelajaran interaktif yang menyediakan eksperimen virtual untuk pembelajaran sains yang berupa animasi.

Pengguna tidak perlu khawatir tentang pengaturan pada kecerdasan buatan (AI) atau pada media pembelajaran yang digunakan dalam pembuatan soal dan lembar kegiatan peserta didik (LKPD) karena semua telah diprogram sebelumnya oleh sistem.

Hasil pembuatan soal dan LKPD tersedia dalam format file yang langsung dapat digunakan, sekaligus mudah untuk disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pengguna.

Hal ini memungkinkan materi yang dihasilkan dapat kompatibel dan dijalankan pada berbagai platform, termasuk Windows, macOS, iOS, dan Android.

Dengan demikian, proses pembuatan soal dan LKPD menjadi lebih efisien tanpa harus memahami teknis pengoperasian yang rumit, dan dapat diakses secara fleksibel di berbagai perangkat untuk mendukung pembelajaran yang lebih praktis dan inklusif.

Pelatihan dilakukan di ruang laboratorium komputer SDN 2 Kepanjenlor Blitar. Hasilnya berupa 80% guru dapat: (1) mencari materi sesuai kebutuhan siswa pada setiap kelas, (2) menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), (3) membuat soal otomatis. Serta (4) dapat menggunakan media pembelajaran berbasis animasi.

Tidak hanya ada kolaborasi dengan para dosen, kegiatan pengabdian juga melibatkan mahasiswa MBKM dari Universitas Trunojoyo Madura. Mahasiswa tersebut adalah Frissenda Seprtianur Marinda Karno Putri, Yossy Novita Surya Rahmawati, dan Aura Nada Kamila, yaitu mahasiswa prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 7. 

Melalui kegiatan ini, telah direkognisi sebanyak 20 sks dari mata kuliah mahasiswa yaitu: (1) KKN; (2) PLP 1; (3) PLP 2; (4) Pengembangan bahan ajar SD; (5) Komputer Pembelajaran di SD; (6) Sosiologi dan Antropologi Pendidikan; (7) Olahraga (Atletik dan Senam); (8) Perkembangan Peserta Didik.

Kegiatan mahasiswa MBKM antara lain: (1) menganalisis silabus/kurikulum dan menyusun RPP, (2) mengeksplorasi sumber belajar berbasis local dan permainan anak sebagai sumber belajar sains, (3) pelatihan pembuatan hidroponik untuk siswa sekolah dasar, (4) pendalaman materi IPA SD pada kecerdasan buatan seperti platform diffit.me, Quizizz, dan laboratorium virtual PhET digunakan sebagai media interaktif untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan menarik, (5) merancang perangkat pembelajaran (modul ajar, media dan asesmen) berbasis kecerdasan buatan (AI) dan laboratirium virtual; dan (6) menerapkan perangkat pembelajaran (modul ajar, media dan asesmen) di kelas.

Hasil kegiatan mencakup pengalaman mahasiswa dalam mengembangkan budaya, meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi, berpartisipasi dalam aktivitas olahraga, serta mengasah kemampuan berwirausaha.

Pengalaman ini membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang holistik dengan berbagai kompetensi yang relevan untuk kehidupan akademik dan sosial.

Kepala SDN 2 Kepanjenlor Blitar, Aster Kusumastuti S.Pd.,M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai, pelatihan AI merupakan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi guru.

“Guru kami merasa terbantu sekali. Kehadiran dosen dan mahasiswa membuka wawasan baru tentang bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran. Harapan kami, kegiatan ini berkelanjutan sehingga guru semakin siap menghadapi tantangan era digital,” ungkapnya.

Selain pelatihan, mahasiswa KKN juga dilibatkan untuk memberikan pendampingan teknis. Mahasiswa membantu guru dalam praktik penggunaan aplikasi AI, seperti mendesain soal digital hingga membuat media ajar berbasis gambar dan video.

Keterlibatan mahasiswa ini tidak hanya bermanfaat bagi guru, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam pengabdian masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal bagi guru di Blitar untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.

Melalui dukungan BIMA Kemdiktisaintek, serta kolaborasi UTM dan Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung, transformasi pendidikan berbasis digital di sekolah dasar dapat terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi siswa.

Pengabdi mengucapkan banyak – banyak terimakasih kepada: (1) DRTPM, dan (2) SDN 2 Kepanjenlor Blitar.

Luaran pengabdian yang telah dihasilkan antara lain: (1) peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan sumber daya yang dibutuhkan agar mitra dapat lebih aktif, produktif, dan berdaya dalam kehidupan sosial maupun ekonomi, (2) terbit artikel pada jurnal JPPM Sinta 4, (3) rekognisi 20 sks bagi mahasiswa MBKM, (4) berita pada media massa dan cetak, (5) video kegiatan, dan (6) poster.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#UBhi #UTM