BLITAR - Tim Universitas Madani Indonesia (Umina) baru saja menyelesaikan program pengabdian berbasis masyarakat ruang lingkup pemberdayaan masyarakat pemula.
Agenda berjudul Pengelolaan Sampah Organik Dapur di Pondok Pesantren (Ponpes) Anharul Ulum Menjadi Silase Complete Feed Block untuk Pakan Ternak Ruminansia ini didukung penuh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Selama Agustus hingga September 2025, tim Umina yang diketuai Dr Nining Haryuni SPt MPt dengan anggota Bima Tangguh Alam MPd dan Fitria Tridyana Putri SPt MPt, melaksanakan kegiatan di Ponpes Anharul Ulum, Dusun Soko, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan.
Melalui kegiatan ini, harapannya mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mengolah sampah organik menjadi pakan silase complete feed block yang bernilai ekonomis. "Selain itu juga mengurangi polusi udara, meningkatkan kesehatan lingkungan, dan mendukung program swasembada pangan melalui suplai pakan ternak," jelas Dr Nining.
Kegiatan yang diikuti 23 santri putra dan 11 santri putri jenjang SMK ini dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama dilakukan mentoring melalui ceramah dengan materi terkait pengetahuan dasar analisis dampak lingkungan (AMDAL), jenis, dampak negatif dan cara pengelolaan sampah organik, pengenalan teknologi silase complete feed block untuk mengelola sampah organik, serta cara pengemasan produk. Selanjutnya, praktik langsung dilakukan pada pelatihan tahap kedua dan ketiga.
Pada tahap kedua, santri diajarkan cara membuat pakan silase menggunakan sampah organik mulai dari pengenalan bahan-bahan yang dibutuhkan, alat yang digunakan, proses pencacahan sampah organik, proses pencampuran bahan-bahan, hingga proses fermentasi.
Pelatihan tahap ketiga dilakukan dua hari setelah pelatihan tahap kedua, dengan praktik langsung menilai hasil fermentasi dan kualitas pakan yang dihasilkan. Kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan complete feed block, yaitu pakan yang dibuat dari campuran konsentrat dan sumber serat yang telah dihitung nutrisinya untuk memenuhi kebutuhan gizi ternak.
“Complete feed block dibuat dengan cara memfermentasi bahan-bahan pakan dan setelah difermentasi dilakukan proses pengepresan,” jelas Dr Nining.
Keuntungan pakan jenis ini adalah kualitas pakan tinggi, mudah dalam penyimpanan, praktis dan tidak butuh ruang luas untuk menyimpan dan tahan lama bisa disimpan 1-2 tahun. Pada kegiatan ini, selain penerapan teknologi dalam pelatihan, sekaligus didiseminasikan alat-alat yang digunakan dalam pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak. (*/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah