BLITAR - Program pemenuhan kualifikasi akademik bagi guru di Bumi Bung Karno mulai berjalan. Namun, dari total puluhan guru yang terdata di data pokok pendidikan (dapodik), hanya delapan orang yang lolos sebagai penerima bantuan biaya kuliah S1 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen).
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, M Arifin menjelaskan program tersebut diatur dalam Peraturan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025. Melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pemerintah pusat memberikan bantuan kuliah sebesar Rp3 juta per semester.
“Untuk Kota Blitar, hanya ada delapan peserta dari 46 guru yang belum S1. Data itu sudah ada di Dapodik (Data Pokok Pendidikan), sehingga Dispendik hanya bertugas mengoordinasikan dan memverifikasi,” jelasnya, Kamis (25/9/2025).
Dari delapan peserta itu, tiga guru mendapat program afirmasi di LPTK Universitas Kanjuruhan Malang. Mereka terdiri dari seorang guru SD negeri dan dua guru TK swasta. Perkuliahan dijadwalkan dimulai pada 21 September 2025.
Sementara lima peserta lainnya tercatat dalam program reguler di Universitas Islam Lamongan. Seluruhnya merupakan guru TK swasta yang kini sudah berstatus mahasiswa aktif.
Arifin menambahkan, lamanya masa kuliah ditentukan oleh hasil asesmen RPL di masing-masing perguruan tinggi. Sebab, perguruan tinggi yang berwenang menilai rekognisi pengalaman lampau para guru, bukan lagi ranah Dispendik. “Intinya, semakin banyak pengalaman mengajar dan portofolio yang diakui, maka masa studi bisa lebih singkat,” ujarnya.
Berdasarkan Dapodik, jumlah guru TK, SD, hingga SMP di Kota Blitar mencapai sekitar 2.000 orang. Dari total tersebut, ada 46 guru yang belum menempuh pendidikan S1. Satu di antaranya bahkan berstatus ASN, sementara mayoritas lainnya merupakan guru TK swasta.
Arifin berharap para penerima bantuan bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. “Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru. Harapannya, mereka bisa segera menyelesaikan studi agar standar akademik terpenuhi,” katanya. (sub/ady) (*)